Harian Bengkulu Ekspress

Pajak Air dan Tapping Box Siap Dongkrak Duit Daerah BS

RENALD/BE Dr Edwin Permana--

Harianbengkuluekspress.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2025 mencatat lonjakan signifikan. Pemerintah daerah berhasil melampaui target PAD hingga miliaran rupiah, sekaligus menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan pemasukan daerah pada tahun 2026.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan, Dr Edwin Permana mengatakan, capaian tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan evaluasi ketat terhadap seluruh OPD pengampu PAD sejak April lalu. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh potensi pendapatan daerah dapat tergali maksimal.

“Tahun 2025 target PAD kita Rp 23,5 miliar dan realisasinya mencapai Rp 30,6 miliar. Artinya ada surplus sekitar 30 persen atau lebih Rp 7 miliar,” ujar Edwin.

Ia menjelaskan, penyumbang terbesar PAD berasal dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Melihat tren positif tersebut, target PAD tahun 2026 kembali dinaikkan menjadi Rp 36 miliar.

“Triwulan pertama tahun 2026 saja realisasi pajak dan retribusi sudah menyentuh Rp 9 miliar,” katanya.

BACA JUGA:Sekolah Terpencil Keluhkan Sinyal Lemah, Pemkab Seluma Siapkan Penambahan Bandwidth BTS

BACA JUGA:Warga Miskin Terancam Tak Terima BLT, 3 Desa di Kepahiang Belum Ajukan Pencairan Tahap 1

Meski demikian, Edwin mengakui masih ada sejumlah sektor yang belum tergarap optimal. Karena itu, tahun 2026 Bapenda mulai menyiapkan sejumlah strategi baru untuk mendongkrak penerimaan daerah.

Salah satunya yakni penerapan Pajak Air Permukaan yang regulasi dan tarifnya telah disiapkan sejak tahun lalu. Dalam waktu dekat, pemasangan water meter akan dilakukan bekerja sama dengan PDAM Tirta Manna.

“Sasarannya tempat usaha seperti cucian mobil dan motor hingga perusahaan yang memanfaatkan air tanah maupun air permukaan,” jelas Edwin.

Selain itu, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan juga menggandeng Bank Bengkulu⁠ untuk memasang tapping box di rumah makan, hotel, hingga tempat hiburan. Alat tersebut berfungsi merekam transaksi usaha secara otomatis sehingga potensi kebocoran pajak dapat ditekan.

“Fokus utama sekarang optimalisasi pajak dan retribusi biar potensi yang ada benar-benar bisa dimaksimalkan,” tegas Edwin.

Meningkatnya PAD dinilai menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat APBD. Dengan pendapatan daerah yang terus bertambah, pembangunan infrastruktur, layanan publik, hingga program masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih maksimal tanpa terlalu bergantung pada dana pusat. (Renald)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan