Plt Bupati Rejang Lebong Perkuat Program Bantu Rakyat
Plt Bupati Rejang Lebong saat menerima audiensi pengurus Baznas Rejang Lebong.-Ary/BE -
Harianbengkuluekspress.id - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Hendri menyatakan dukungannya terhadap peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat.
"Baznas harus mampu mendukung program bantu rakyat di Rejang Lebong," pinta Hendri saat menerima audiensi pengurus Baznas Rejang Lebong.
Saat audiensi dengan Baznas, staf ahli Baznas, Faisal Najarudin memaparkan capaian penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas. Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2025, penghimpunan dana masih fluktuatif di kisaran Rp 105 juta hingga Rp 110 juta per bulan.
"Namun sejak Mei 2025, penghimpunan meningkat menjadi Rp 130 juta hingga Rp180 juta per bulan. Sedangkan total dana yang terhimpun sepanjang Januari hingga Desember 2026 mencapai Rp 2,6 miliar," ungkap Faisal.
BACA JUGA: TNI AD Selesaikan Pembangunan Jembatan Garuda di Rejang Lebong
BACA JUGA:Kerugian Negara Rp1,2 Miliar Belum Dikembalikan, 12 Terdakwa DAK Distan Kaur Dituntut Berbeda
Menurut Faizal, tingkat kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat terus mengalami peningkatan. Bahkan, selama periode Januari hingga Maret 2026, rata-rata dana yang terhimpun mencapai Rp 280 juta per bulan.
"Angka Rp280 juta per bulan ini masih berpotensi meningkat. Jika seluruh PNS dan PPPK menunaikan zakat 2,5 persen dari penghasilannya, kami optimis bisa mencapai Rp700 juta per bulan," tambah Faisal.
Faisal menjelaskan, saat ini jumlah aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Rejang Lebong mencapai sekitar 3.000 PNS dan 1.800 PPPK yang tersebar di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Baznas mendorong agar pembayaran zakat dapat dilakukan melalui pemotongan langsung dari gaji aparatur, bekerja sama dengan pihak perbankan.
"Harapannya zakat 2,5 persen bisa dipotong langsung melalui slip gaji di Bank Bengkulu. Namun hal itu perlu didahului dengan MoU antara Pemkab, Baznas, dan Bank Bengkulu," ujar Faisal.
Lebih lanjut Faisal mengungkapkan, bahwa selama ini dana Baznas telah disalurkan untuk berbagai program sosial, seperti bedah rumah, santunan anak yatim, hingga bantuan bagi korban bencana alam dan kebakaran. Ke depan, Baznas berencana mengembangkan sejumlah program, diantaranya mendukung kegiatan hari besar Islam, penyelenggaraan MTQ, bantuan sarana air bersih, penguatan UMKM, hingga pendirian rumah produktif bagi anak yatim.
"Program-program ini akan terus kami kembangkan agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat," kata Faisal. (ari)