Jalan Putus di Lebong Tak Kunjung Diperbaiki
Jembatan: terlihat jembatan dari bambu yang dibangun masyarakat Desa Tik Sirong agar bisa melintas.- IST/BE-
Harianbengkuluekspress.id – Perbaikan jalan di Desa Tik Sirong Kecamatan Topos yang sebelumnya putus bersamaa musibah banjir pada tanggal 07 Mei 2026 yang lalu belum ada kepastian kapan akan diperbaiki dan hal tersebut sangat menghambat aktifitas masyarakat.
Pelaksana tugas (Plt)Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (Dinas PUPR-Hub) Kabupaten Lebong, Reko Haryanto SSos MSi mengatakan, bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pembahasaan, mengambil langkah perbaikan jalan di Desa Tik Sirong.
“Kita akan menggelar rapat menentukan solusi terbaik, penanganan jalan yang rusak,” sampainya, Rabu 27 Mei 2026.
Lanjut Reko, nantinya bukan hanya jalan Kabupaten yang berada di Desa Tik Sirong yang akan dibahas dalam upaya konstruktif nantinya, namun seluruh kondisi jalan Kabupaten yang saat ini mengalami kerusakan.
“Semua jalan yang mengalami kerusakan akan diperbaiki,” jelasnya.
BACA JUGA:Penuh Keberkahan, Salat Iduladha 1447 H Jadi Momentum Menguatkan Semangat Kurban
Masih kata Reko, untuk melakukan perbaikan tidak bisa dilakukan dengan cepat, hal ini dikarenakan masih perlu dilakukan kajian teknis, sehingga nantinya pembangunan atau perbaikan jalan bisa bertahap dalam jangka waktu yang lama.
“Kita tidak ingin baru beberapa tahun jalan kembali rusak,” tuturnya
Dalam kesempatan ini, Reko meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebong, untuk bersabar. Terkait persoalan jalan saat ini, dipastikan menjadi perhatian dan akan terus diupayakan Pemkab Lebong agar bisa segera mendapatkan solusi penanganan yang lebih maksimal.
“Kita akan terus berupaya agar kerusakan jalan di Kabupaten Lebong, segera bisa diperbaiki,” tutupnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Tik Sirong mengatakan bahwa putusnya jalan yang berada di desanya, sangat berpengaruh baik itu masalah ekonomi hingga keselamatan masyarakat yang melintas, terutama ketika malam hari.
“Jangan berlarut-larut untuk memperbaiki jalan, pikirkan masyarakat di Desa Tik Sirong,” singkatnya.
Data terhimpun, sejak amblasnya tanah di bawah jalan di Desa Tik Sirong hingga jalan benar-benar putus karena diterjang debit air yang deras, membuat aktifitas masyarakat terganggu baik yang akan bekerja, keperluan pendidikan, kesehatan hingga mengangkut hasil pertanian.