Minat Baca Masyarakat Lebong Masih Rendah
ERICK/BE PERPUSDA : Meskipun fasilitas pendukung telah ditingkatkan, namun minat baca masyarakat untuk membaca di Perpsuda masih minim.--
Harianbengkuluekspress.id – Meski telah memiliki gedung dan fasilitas yang lebih memadai, minat baca masyarakat di Kabupaten Lebong dinilai masih rendah. Kondisi itu terlihat dari minimnya jumlah pengunjung di Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lebong.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebong, Yuswati, mengatakan gedung Perpusda telah resmi digunakan sejak tahun 2025 dengan fasilitas yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Mulai dari koleksi buku bacaan, ruang membaca yang nyaman hingga fasilitas pendukung lainnya telah disiapkan untuk menarik minat masyarakat datang ke perpustakaan.
“Namun saat ini minat baca masyarakat masih sangat minim,” ujar Yuswati kepada BE.
BACA JUGA:Idul Adha jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial di Kepahiang
BACA JUGA:Plt Bupati Rejang Lebong Ajak Warga Perkuat Kepedulian di Momentum Idul Adha
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat, di antaranya menambah koleksi buku serta menggelar kegiatan literasi dengan melibatkan sekolah-sekolah agar siswa datang langsung ke perpustakaan.
“Saat ini jumlah pengunjung masih di bawah target kunjungan setiap harinya,” jelasnya.
Yuswati menilai menurunnya minat baca masyarakat tidak terlepas dari perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi yang kini lebih banyak melalui media digital.
“Saat ini informasi sudah mudah didapat hanya dengan membuka gadget atau smartphone,” katanya.
Selain perkembangan teknologi digital, lokasi perpustakaan yang dianggap cukup jauh serta tingginya aktivitas masyarakat juga menjadi faktor lain yang membuat tingkat kunjungan ke Perpusda masih rendah.
“Hal tersebut yang membuat Perpusda saat ini minim pengunjung,” tambahnya.
Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, pihaknya terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan di luar gedung perpustakaan, seperti perpustakaan keliling (Pusling) dan berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lebong.
“Upaya tersebut terus kita lakukan,” tuturnya.
BACA JUGA:100 Unit Bantuan RTLH segera Disalurkan, 3 Kecamatan Jadi Prioritas
Meski demikian, pelaksanaan perpustakaan keliling belum dapat dilakukan secara maksimal karena masih terkendala keterbatasan anggaran.
Karena itu, pihaknya berharap masyarakat dapat lebih aktif dan mandiri memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai sarana menambah ilmu pengetahuan.
“Pastinya kita akan terus berupaya memaksimalkan kunjungan dan meningkatkan minat baca masyarakat,” tutup Yuswati. (Erick Voniker)