Penjualan Beras Talang Benih Tersendat
Stok beras talang benih yang melimpah karena penjualan yang tersendat-ist/BE -
Harianbengkuluekspress.id- Koperasi Unit Desa (KUD) Mulya Usaha Kelurahan Talang Benih, Kabupaten Rejang Lebong, mengaku penjualan beras lokal khas daerah setempat saat ini mengalami ketersendatan. Kondisi tersebut terjadi akibat kalah bersaing dengan beras yang dipasok dari luar daerah.
Ketua KUD Mulya Usaha Talang Benih, Iswadi mengatakan, stok beras Talang Benih saat ini masih cukup melimpah. Namun sejak awal tahun hingga Mei 2026, volume penjualan justru mengalami penurunan.
"Stok beras Talang Benih di Kabupaten Rejang Lebong saat ini cukup melimpah. Namun, di tengah melimpahnya stok tersebut, penjualan justru mengalami ketersendatan sejak awal tahun hingga Mei 2026," ungkap Iswadi.
BACA JUGA: ESDM Bongkar 7 Kasus Tambang Ilegal, Ini Lokasi dan Potensi kerugian Negara
BACA JUGA:Minuman Penetralisir Usai Makan Daging Kurban, Bantu Redakan Begah hingga Asam Lambung
Iswadi menjelaskan, hingga Mei 2026 jumlah beras yang tersimpan di gudang KUD Mulya Usaha mencapai 1.200 kaleng atau setara lebih dari 19 ton. Persediaan tersebut diperkirakan masih mampu memenuhi kebutuhan pasar hingga tiga bulan ke depan.
Menurut Iswadi, lesunya penjualan dipicu oleh membanjirnya beras dari luar daerah yang masuk ke Pasar Curup sebagai pusat perdagangan utama di Kabupaten Rejang Lebong. Kondisi ini berdampak langsung terhadap lambatnya penyerapan hasil panen petani lokal.
Pihak koperasi juga mengkhawatirkan kualitas beras akan menurun apabila stok terlalu lama tersimpan di gudang. Selain berisiko rusak, beras juga rawan terserang hama kutu.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pengurus KUD saat ini tengah berupaya mencari pangsa pasar baru. Salah satu harapan besar mereka adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
"Kami berharap dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis, pihak pengelola dapur MBG di wilayah ini bersedia bekerja sama dan menyerap beras Talang Benih," harap Iswadi.
Iswadi menambahkan, dukungan dari program pemerintah sangat diharapkan karena KUD Mulya Usaha tidak hanya menampung hasil panen petani Talang Benih, tetapi juga menerima pasokan beras dari petani di sejumlah wilayah lainnya.
Sementara itu, harga beras lokal Talang Benih di tingkat produsen hingga saat ini masih relatif stabil. Beras varietas IR-64 tersebut dijual dengan harga Rp220 ribu hingga Rp240 ribu per kaleng ukuran 16 kilogram atau setara Rp13.750 hingga Rp15 ribu per kilogram.
Beras Talang Benih sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu beras khas Rejang Lebong yang cukup diminati masyarakat. Selain memiliki tekstur pulen dan aroma harum, beras ini juga kerap dijadikan oleh-oleh bagi pengunjung yang datang ke daerah tersebut. (ari)