Stok Beras CPPD Kepahiang Menipis, Hanya Tersisa 750 Kilogram
Kadis KPP Kepahiang Rukis Manto-Doni Parianata/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id – Kondisi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kabupaten Kepahiang saat ini berada dalam tahap mengkhawatirkan.
Memasuki minggu ketiga Mei 2026, stok beras yang dikelola oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kepahiang tercatat hanya tersisa 750 kilogram.
Ketersediaan ini dinilai sangat riskan, mengingat masa anggaran tahun 2026 baru saja menyelesaikan semester pertama.
Stok yang kurang dari satu ton tersebut diprediksi tidak akan mencukupi kebutuhan penanganan darurat hingga akhir tahun, terutama untuk mengantisipasi potensi bencana alam yang kerap terjadi di semester kedua.
BACA JUGA:Jelang HUT Ke-67, Pemkab Bengkulu Utara Matangkan Persiapan
BACA JUGA:Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Selebar Tanam Uwi dan Jagung
Menyikapi menipisnya cadangan pangan ini, Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan Perikanan (KPP) berencana mengambil langkah cepat melalui usulan anggaran pada APBD Perubahan 2026. DPKP mengusulkan dana sebesar Rp40 juta untuk pengadaan tambahan stok beras.
"Di APBD Murni kita usulkan (pengadaan), dan di APBD Perubahan ini kita coba lagi usulkan sekitar Rp40 juta untuk penambahan sekitar 3,5 ton beras," ungkap Kadis KPP Kepahiang Rukis Manto
Rukis mengatakan usulan penambahan 3,5 ton tersebut disetujui, angka tersebut sebenarnya masih jauh dari standar ideal ketahanan pangan daerah.
Secara teknis, Kabupaten Kepahiang idealnya memiliki cadangan pangan minimal 10 ton per tahun untuk menjamin keamanan pangan masyarakat saat terjadi krisis.
Namun, realitas kemampuan keuangan daerah memaksa pemerintah untuk mengambil langkah yang lebih pragmatis. Angka 3,5 ton dianggap sebagai target realistis untuk menjaga ketersediaan stok di gudang cadangan agar tidak kosong sama sekali saat dibutuhkan untuk bantuan sosial maupun tanggap bencana.
BACA JUGA:Pantau Potensi Pajak, KP2KP Bintuhan Sisir UMKM
BACA JUGA:Kantongi Hasil Uji Lab, Dapur MBG di Seluma Segera Beroperasi
Ditegaskan Rukis kekhawatiran utama pemerintah daerah terletak pada ketidakpastian faktor alam di penghujung tahun. Tanpa stok yang memadai, pemerintah dikhawatirkan akan kesulitan memberikan intervensi cepat jika terjadi bencana yang berdampak pada akses pangan masyarakat.