100 RTLH Enggano Diusulkan Dapat Bantuan BNPP
foto internet--
Harianbengkuluekspress.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara kembali mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Setelah memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), tahun 2026 ini Bengkulu Utara juga diusulkan menerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).
Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang berada di kawasan perbatasan dan wilayah terluar. Di Kabupaten Bengkulu Utara, pelaksanaan program akan difokuskan di Kecamatan Enggano yang merupakan pulau terluar sekaligus salah satu kawasan strategis perbatasan Indonesia.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bengkulu Utara, Munadi, mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan sekitar 100 unit rumah untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi RTLH dari BNPP pada tahun 2026.
"Program ini diprioritaskan untuk Kecamatan Enggano karena merupakan wilayah terluar Kabupaten Bengkulu Utara. Kami telah mengusulkan sekitar 100 unit rumah untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi RTLH dari BNPP," kata Munadi, Kamis 4 Juni 2026.
BACA JUGA:Soal Insiden TKA Anak Anjlok di SMPN 1 BS, Rifai Tegaskan Perlindungan Hak Anak
BACA JUGA: ASN Benteng Diminta Perbarui Data NPWP
Ia menjelaskan, usulan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat yang masih menempati rumah dengan kondisi kurang layak.
“Kami terus berupaya agar masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni bisa mendapatkan bantuan perbaikan. Melalui program ini, rumah-rumah warga yang kondisinya memprihatinkan dapat direnovasi sehingga menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati,” ujarnya.
Menurut Munadi, program rehabilitasi RTLH dari BNPP memiliki tujuan yang sejalan dengan program BSPS yang selama ini telah berjalan, yakni membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah yang sehat dan layak huni.
“Pada prinsipnya tujuan program ini sama dengan BSPS, yaitu meningkatkan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah agar memenuhi standar kelayakan hunian. Dengan rumah yang lebih baik, kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran program tersebut sangat penting bagi masyarakat Enggano mengingat masih terdapat sejumlah rumah yang membutuhkan perbaikan agar memenuhi standar kesehatan dan keselamatan.
“Enggano menjadi prioritas karena merupakan wilayah terluar yang membutuhkan perhatian khusus. Kami berharap program ini dapat membantu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni yang masih ada di sana,” tambah Munadi.
Selain memperbaiki kondisi fisik rumah warga, program rehabilitasi RTLH juga diharapkan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. Hunian yang layak dinilai dapat meningkatkan kenyamanan keluarga, kesehatan lingkungan, hingga produktivitas masyarakat.
“Ketika masyarakat memiliki rumah yang layak, maka kualitas hidup mereka akan lebih baik. Lingkungan permukiman menjadi lebih sehat dan pada akhirnya dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.