Cara Daftar Barcode BBM Subsidi Pertamina dan Syarat Lengkapnya
langkah-langkah membuat barcode BBM bersubsidi -Tangkap Layar/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) terus memperkuat penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran melalui program Subsidi Tepat. Sistem ini mewajibkan pengguna kendaraan roda empat yang membeli Pertalite dan Biosolar untuk memiliki QR Code atau barcode BBM subsidi.
Kebijakan ini diterapkan karena BBM subsidi menggunakan dana APBN dan memiliki kuota terbatas, sehingga perlu pengawasan agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
Syarat Pendaftaran Barcode BBM Subsidi
Sebelum mendaftar, masyarakat perlu menyiapkan dokumen berikut:
- KTP pemilik kendaraan yang masih berlaku
- STNK kendaraan aktif
- Foto kendaraan tampak depan dan samping yang memperlihatkan plat nomor dengan jelas
BACA JUGA:Harga Pertamax Tembus Rp 16 Ribu,Warga Terpaksa Hemat dan Atur Ulang Pengeluaran Harian
BACA JUGA: Pasca Kenaikan Harga Pertamax, Pertamina Imbau Warga Tak ''Migrasi'' ke Pertalite
Langkah-Langkah Daftar Barcode BBM Subsidi
Berikut cara mendaftar Subsidi Tepat Pertamina secara online:
- Akses situs resmi Subsidi Tepat Pertamina melalui HP atau komputer
- Login menggunakan NIK dan password, atau buat akun baru jika belum terdaftar
- Verifikasi akun melalui kode yang dikirim ke email
- Lengkapi data diri dan pilih jenis BBM subsidi yang digunakan
- Unggah dokumen berupa KTP, STNK, serta foto kendaraan
- Kirim pengajuan dan tunggu proses verifikasi dari Pertamina
Penggunaan QR Code di SPBU
Jika pengajuan disetujui, pengguna akan menerima QR Code yang dapat diunduh melalui akun atau email. QR Code tersebut wajib ditunjukkan saat mengisi BBM di SPBU.
Langkah penggunaannya:
- Unduh dan simpan QR Code di ponsel atau cetak sebagai cadangan
- Tunjukkan kode kepada petugas SPBU saat pengisian BBM
- Petugas akan memindai kode untuk memverifikasi data kendaraan
- BBM kemudian disalurkan sesuai ketentuan subsidi
QR Code ini hanya berlaku untuk satu kendaraan dan tidak bisa digunakan pada kendaraan lain. Jika pengajuan ditolak, pengguna dapat memperbaiki data dan mendaftar ulang.
Dengan sistem ini, pemerintah berharap distribusi BBM subsidi menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan mengurangi penyalahgunaan.(**)