Harian Bengkulu Ekspress

Jembatan Akses Penghubung Memprihatinkan

JEFRYY/BE Satu tokoh masyarakat, Erwan, yang meminta pembangunan jembatan yang saat ini memprihatinkan.--

Harianbengkuluekspress.id - Kondisi Jembatan Air Paungan yang menjadi satu-satunya akses penghubung antara Desa Arang Sapat dan Desa Cawang, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, kini semakin memprihatinkan. Warga mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan sebelum menelan korban jiwa.

“Kami selaku warga yang selalu melintas di lokasi ini mohon agar jembatan tersebut bisa segera diperbaiki. Karena, itu adalah satu-satunya jalan akses penghubung desa, serta akses keluar masuk warga dari luar desa,” tegas warga setempat, Erwan.

Dikeluhkan, jembatan dan jalan tebing yang tanah yang sudah mulai lapuk itu sangat vital bagi masyarakat. Selain menjadi akses utama keluar masuk desa, jembatan tersebut juga setiap hari dilalui oleh anak-anak sekolah tingkat SMP dan SMA. Ia menambahkan, kondisi jembatan saat ini sangat rawan dan mengancam keselamatan pengguna. Bahkan, menurutnya, sudah ada warga yang pernah jatuh akibat kayu jembatan yang lapuk.

“Setiap Musrenbang sudah kami sampaikan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

BACA JUGA:KPK Diminta Seret Pihak Lain Dalam Kasus OTT Bupati Rejang Lebong

BACA JUGA:Helmi - Mian WTP Dua Kali, Temuan BPK Sejumlah Ini Wajib Dikembalikan

Jembatan tersebut, jelas tokoh pemuda ini, terakhir diperbaiki pada tahun 2024 secara swadaya oleh masyarakat setempat. Sejak saat itu, belum ada perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah. Selain masalah jembatan, Desa Cawang juga menghadapi persoalan serius terkait jaringan komunikasi. Lemahnya sinyal internet menjadi hambatan dalam menjalankan aktivitas pemerintahan.

“Sekarang kan zaman desa digital. Jadi jaringan internet sangat dibutuhkan. Apalagi untuk menunjang aktivitas pemerintahan. Kadang kita mau ngumpul, sinyal susah,” sampainya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Seluma, M Syaifullah ST mengutarakan jika memang jembatan tersebut milik kabupaten seluma. Hanya saja, kerena keterbatasan anggaran dan dampak dari evesiensi maka pembangunan tidak bisa dilakukan tahun ini.

“Seyogyanya perbaikan jembatan akan dilakukan namun dampak evesiensi maka anggaran tidak mencukupi lagi untuk itu,” sampainya.

Disampaikan, tahun sebelumnya khusus di Cawang itu sendiri tahun 2024 lalu pembangunan sudah dilakukan di akses jalan menuju titik Desa Cawang tersebut, seperti hotmik, pembuatan akses jalan dan jembatan khusus di Desa Cawang itu sendiri.

“Bertahap pembangunan akan tetap dilakukan dengan kemampuan keuangan daerah pastinya,” singkatnya. (Jefrianto)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan