Harian Bengkulu Ekspress

RAPBD-P Kepahiang 2026 Defisit Rp 12,2 Miliar

Proses paripurna DPRD Kabupaten Kepahiang terkait pembahasan RAPBD -P 2026.-IST/BE -

Harianbengkuluekspress.id  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang resmi menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tahun Anggaran (TA) 2026. Dalam postur anggaran yang diusulkan tersebut, keuangan daerah diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp 12,2 miliar. Nota pengantar tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kepahiang, H Zurdi Nata SIP dalam rapat paripurna DPRD Kepahiang yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Gregory Dayefiandro SE MSc, Rabu (24/6).

Dalam pidatonya, Bupati Zurdi Nata memaparkan secara rinci komposisi struktur RAPBD-P TA 2026. Pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 778.494.973.385,38. Sementara itu, rencana realisasi belanja daerah diusulkan mencapai Rp 790.752.735.453,07.

"Dari selisih antara target pendapatan dan rencana belanja tersebut, terdapat defisit anggaran sebesar Rp 12.257.762.067,69," ujar Zurdi Nata di hadapan forum paripurna.

BACA JUGA: Curhat ke KDM, Keluarga Korban Ungkap Sandiwara Taufik Hidayat: Pakai Nama Palsu dan Ngaku Pegawai Bank

BACA JUGA:DPO Taufik Hidayat Sudah Ditangkap Polisi, Nasib Sayembara Rp250 Juta KDM Jadi Sorotan

Untuk menutup defisit tersebut, Pemkab Kepahiang mengandalkan pos pembiayaan daerah. Tercatat, penerimaan pembiayaan dirancang sebesar Rp 18.625.902.602,15, sedangkan pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp 2.000.000.000,00. Dengan demikian, pembiayaan netto Kabupaten Kepahiang berada di angka Rp 16.625.902.602,15. Dari perhitungan tersebut, sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2025 tercatat sebesar Rp 4.368.140.534,46.

"Silpa tahun 2025 sebesar Rp 4,3 miliar ini merupakan kas setara yang berada di kas daerah, kas pada bendahara penerimaan maupun pengeluaran, BLUD, dana BOS, kas BOK, serta kas daerah lainnya," jelas Bupati.

Di sisi lain, guna menekan angka defisit dan memperkuat fiskal daerah, Pemkab Kepahiang juga berkomitmen mendongkrak capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada komitmen perubahan ini, target PAD dipatok sebesar Rp 70.592.149.277,93.

"Salah satu fokus utama kita di APBD Perubahan ini adalah menambah target pendapatan daerah. Kita akan berupaya keras dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk mendongkrak capaian PAD," tegas Zurdi Nata menutup penyampaiannya. (doni)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan