DPPKBP3A Kepahiang Geliatkan 5 Program Unggulan
Upacara peringatan HKN di Kabupaten Kepahiang. -IST/BE -
Harianbengkuluekspress.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) berkomitmen penuh dalam memperkuat ketahanan keluarga. Langkah ini diwujudkan dengan menyukseskan program Quick Win yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita menegaskan, bahwa seluruh program yang dijalankan saat ini berfokus pada penguatan peran keluarga di berbagai kelompok usia, mulai dari penanganan balita hingga pemberdayaan masyarakat lanjut usia (lansia).
"Untuk program yang kita laksanakan, mengacu pada Quick Win pusat. Terdiri dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), dan implementasi Super Apps Keluarga Indonesia," ujar Linda Senin 29 Juni 2026.
BACA JUGA:Perkuat Mutu Pendidikan, Pemkab Bengkulu Utara Lantik 25 Kepala Sekolah, Ini Nama-namanya
BACA JUGA:DPR dan Komnas HAM Desak Program Dihentikan Sementara, Usai 5 Peserta Latsarmil SPPI Meninggal
Linda menjelaskan, secara rinci, program GATI atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia menjadi salah satu instrumen penting untuk mendobrak stigma pengasuhan. Program ini difokuskan untuk menggerakkan kembali peran strategis seorang ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak di lingkungan internal keluarga.
Sebagai bentuk keseriusan implementasi GATI, DPPKBP3A Kepahiang bergerak cepat melakukan sosialisasi masif. Sejauh ini, sosialisasi telah sukses dilaksanakan di 14 Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang tersebar di delapan kecamatan se-Kabupaten Kepahiang. Tidak hanya berfokus pada anak-anak, Pemkab Kepahiang juga menaruh perhatian besar pada kelompok lanjut usia melalui program SIDAYA (Lansia Berdaya). Program ini bertujuan utama meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian para lansia.
"Saat ini Kabupaten Kepahiang telah memiliki sekolah lansia sebagai wadah pembelajaran dan pemberdayaan bagi kelompok lanjut usia agar tetap produktif dan bahagia," tambahnya.
Sementara itu, untuk menjawab tantangan zaman bagi para orang tua pekerja, DPPKBP3A meluncurkan program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak). Program ini dirancang khusus untuk membantu memfasilitasi tempat penitipan dan pengasuhan anak yang aman, nyaman, serta ramah anak.
"Orang tua yang bekerja kini tidak perlu cemas. Mereka dapat menitipkan anaknya pada tempat pengasuhan yang telah disiapkan, sehingga kebutuhan tumbuh kembang anak tetap terjaga dengan baik dan optimal," pungkas Linda. Ditambah dengan program GENTING dan pemanfaatan teknologi Super Apps, Kepahiang optimistis mampu menciptakan generasi emas yang bebas stunting serta keluarga yang tangguh. (doni)