Harian Bengkulu Ekspress

BKSDA Pasang Perangkap Beruang di Benteng

Perangkap : Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu saat melakukan pemasangan perangkap beruang di Desa Lubuk Sini, Kamis, 2 Juli 2026.- Ist/BE -

Harianbengkuluekspress.id - Pasca kejadian serangan beruang liar yang melukai seorang petani karet di Desa Lubuk Sini, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) beberapa Waktu lalu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu langsung bertindak.

Tim dari BKSDA langsung bergerak cepat  memasang perangkap di sekitar lokasi kejadian, Kamis, 2 Juli 2026.

Perangkap besi dipasang di area perkebunan karet yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kemunculan kembali satwa liar sekaligus mengamankan warga yang masih beraktivitas di sekitar lokasi.

Kepala Seksi KSDA Wilayah II BKSDA Provinsi Bengkulu, Mariska Tarantona mengatakan, pemasangan perangkap dilakukan setelah pihaknya menerima laporan adanya serangan beruang terhadap warga. Tim BKSDA kemudian langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan.

"Sebagai umpan, kami menggunakan buah nangka yang dicampur dengan madu untuk menarik perhatian beruang," ungkapnya.

BACA JUGA: Kejari Kepahiang Krisis Jaksa

BACA JUGA: Minat Kerja ke Luar Negeri di Rejang Lebong Tinggi

Diketaui, serangan beruang menimpa Rusli (68),warga Desa Lubuk Sini saat sedang menyadap karet di kebun miliknya,  Selasa pagi, 30 Juni 2026.

Serangan beruang secara tiba-tiba menyebabkan korban mengalami luka cukup serius dengan total 35 jahitan.

Korban pun harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah (RSD) Sungai Lemau.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Sini, Marno mengimbau, masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama perangkap masih dipasang. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di kebun, terutama tidak pergi seorang diri, guna menghindari kemungkinan terjadinya serangan kembali.

"Perangkap sudah dipasang oleh BKSDA Provinsi Bengkulu. Kami mengimbau warga tetap berhati-hati dan sementara waktu tidak pergi ke kebun sendirian sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman," ujarnya.(bakti)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan