Mukomuko Optimis Bangun Sekolah Rakyat
Asisten I Setdakab Mukomuko dan tim ketika turun ke lokasi akan dibangunnya sekolah rakyat. -BUDI/BE -
Harianbengkuluekspress.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko terus menunjukan keseriusannya, agar pemerintah pusat mengucurkan anggaran hingga di lakukan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di daerah tersebut. Berbagai langkah dan upaya telah di lakukan, diantaranya kesiapan lahan, dokumen seperti sertifikat kepemilikan tanah dan lainnya. Termasuk saat ini masih berjalannya land clearing atau pembersihan lahan yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan sekolah tersebut.
”Mukomuko optimis Sekolah Rakyat akan di bangun di daerah ini,” ujar Asisten I Setdakab Mukomuko, Bachtiar Syofian SH.
BACA JUGA: Jembatan Paku Haji di Benteng Segera Diperbaiki
BACA JUGA:143 Anak Terima Intervensi Gizi, Pemkot Bengkulu Perluas Gerakan Genting
Menurutnya, pembersihan lahan di lokasi Sekolah Rakyat tersebut merupakan salah satu tahapan penting agar seluruh proses berjalan sesuai dengan standar dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Setelah proses pembersihan lahan selesai. Tahapan selanjutnya penyusunan DID (Detail Engineering Design/Dokumen Identifikasi Detail). Tahap ini menjadi dasar teknis sebelum pembangunan fisik dimulai, termasuk perencanaan struktur, tata letak, hingga kebutuhan sarana pendukung lainnya.
“Kegiatan pembersihan lahan di tahun 2026 ini, Pemkab Mukomuko didukung PT Agro Muko dan diperkirakan pembersihan lahan rampung di bulan Juli 2026 ini,” katanya.
Ia menerangkan, jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka peluang realisasi pembangunan Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat sangat terbuka. Dibangunnya Sekolah Rakyat di daerah ini, tepatnya berlokasi di Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko dengan luas lahan yang disiapkan mencapai 8,6 hektar itu menjadi harapan besar bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas akses pendidikan bagi kalangan yang membutuhkan. Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu inisiatif pemerintah pusat dalam menghadirkan pendidikan inklusif, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam menekan angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
”Yang jelas saat ini dilakukan percepatan dengan harapan pula pembangunan fisik Sekolah Rakyat juga dapat segera terealisasikan pemerintah pusat,” lanjutnya.(budi)