Waspada Penyebaran Flu Singapura di Lebong
Kepala Dinkes Kabupaten Lebong, Rachman SKM MKM MSi--
Harianbengkuluekspress.id – Meningkatnya atas dugaan kasus Flu Singapura atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD) yang terjadi di beberapa kabupaten tetangga, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terutama orang tua yang memiliki anak yang masih kecil.
Kepala Dinkes Kabupaten Lebong, Rachman SKM MKM MSi mengatakan, bahwa untuk kasus flu burung di Kabupaten Lebong hingga saat ini tidak ditemukan dan berharap hal tersebut tidak terjadi. Namun demikian, jangan sampai karena tidak ditemukan kasus membuat masyarakat menjadi lalai.
“Kasus flu Singapura diinformasikan telah terjadi pada masyarakat kabupaten tetangga,” sampainya, Minggu 12 Juli 2026.
Lanjut Rachman, saat ini pemantauan situasi terus dilakukan pihaknya, salah satunya berkoordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) yang ada di Kabupaten Lebong dan nantinya ada temuan, maka bisa segera dilakukan tindakan secepatnya agar kasus tidak meningkat.
“Pemantauan terus kita lakukan,” jelasnya.
BACA JUGA: Kemenag RL Tetapkan Dua Desa Sebagai Kampung Moderasi Beragama
BACA JUGA:Pengusaha Suku Cadang Motor Rugi Rp441 Juta, Diduga jadi Korban Penipuan Rekan Bisnis
Masih kata Rachman, Flu Singapura merupakan salah satu penyakit infeksi dan sangat mudah menular dan sangat mudah menyerang anak-anak dan gajalanya bisa dilihat dengan adanya gejala flu yang disertai ruam, tumbuh bintik atau lepuh di tangan, kaki hingga mulut.
“Flu Singapura sendiri disebabkan virus dari kelompok Enterovirus,” ucapnya.
Ditambahkan Rachman, penularan dapat terjadi melalui kontak langsung seperti terkena cairan dari tubuh penderita, percikan air liur hingga benda yang telah terkontaminasi virus ketika anak-anak bermain atau berinteraksi di sekolah, taman kanak-kanak, tempat penitipan anak dan tempat lainnya.
“Untuk obat kusus tidak ada, dan bisa sembuh 7 hingga 10 hari,” tuturnya.
Rachman meminta, kepada masyarakat Lebong untuk bisa selalu meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan karena hal tersebut menjadi langkah pencegahan yang sangat efektif terhadap anak-anak, mengindari kontak langsung dengan anak yang sedang sakit dan mengutamakan deteksi dini.
“Biasakan anak-anak untuk sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir,” himbaunya.
Selain itu ucap Rachman, kepada orang tua untuk bisa selalu melakukan deteksi dini bagi anak-anak, jangan menunggu kondisi anak telah parah, baru membawa ke fasilitas kesehatan.