Harian Bengkulu Ekspress

Bengkulu Utara Terima Program Pertanian Rp 1,8 Miliar

FOTO INTERNET--

Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara kembali memperoleh dukungan program strategis dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat sektor pertanian. Pada tahun 2026, daerah  tersebut menerima Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa dan pembangunan delapan unit dam parit dengan total anggaran hampir Rp 1,8 miliar. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas areal tanam, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bengkulu Utara.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkulu Utara, Juwita Abadi, mengatakan Program Oplah Non Rawa diberikan kepada tujuh kelompok tani dengan cakupan lahan mencapai 200 hektare. Untuk pelaksanaan konstruksi, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 860 juta.

Menurutnya, program ini difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur pertanian melalui pembangunan maupun rehabilitasi jaringan pendukung, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan air.

"Optimalisasi lahan non rawa merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pertanian untuk meningkatkan indeks pertanaman, menambah luas tambah tanam, sekaligus meningkatkan produktivitas padi sebagai upaya mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional," ujar Juwita, Kamis 23 Juli 2026.

BACA JUGA: DID SR di Mukomuko Ditargetkan Rampung 2026

BACA JUGA: Pembangunan Rumah Layak Huni di Enggano Dikebut

Ia menjelaskan, seluruh dana kegiatan akan ditransfer langsung ke rekening kelompok tani penerima bantuan. Sementara itu, pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh masing-masing kelompok tani sehingga petani dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan.

"Skema swakelola ini memberikan ruang kepada kelompok tani untuk mengelola kegiatan secara mandiri. Dengan demikian, pekerjaan yang dilakukan akan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun," katanya.

Selain Program Oplah, Bengkulu Utara juga mendapatkan alokasi pembangunan delapan unit dam parit dengan total anggaran sekitar Rp984 juta. Infrastruktur tersebut akan dibangun melalui Unit Pengelola Kegiatan Kelompok Tani (UPKK) yang juga menggunakan sistem swakelola.

Menurut Juwita, pembangunan dam parit menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan ketersediaan air yang selama ini menjadi kendala bagi petani, terutama saat memasuki musim kemarau.

"Dam parit akan membantu menampung dan mengatur distribusi air ke lahan pertanian. Keberadaannya sangat penting agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi, sehingga petani dapat mempertahankan bahkan meningkatkan intensitas tanam," jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara Program Oplah dan pembangunan dam parit diyakini mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Bengkulu Utara. Tidak hanya memperbaiki infrastruktur, program tersebut juga menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.

"Kami berharap seluruh kelompok tani dapat melaksanakan kegiatan ini dengan baik sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Dengan infrastruktur yang semakin baik, produktivitas padi dapat meningkat dan target ketahanan pangan maupun swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai," ungkap Juwita.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara optimistis dukungan dari Kementerian Pertanian tersebut akan semakin memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Melalui peningkatan infrastruktur dan optimalisasi lahan, petani diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat kontribusi Bengkulu Utara dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan