Harian Bengkulu Ekspress

1.119 RTLH di Kaur Diusulkan Dapat Bantuan BSPS

IRUL/BE ZOOM: Kepala DPKP Kaur bersama pihak terkait saat mengikuti Rakor percepatan pengusulan calon BSPS secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Kementerian PKP, Rabu 22 Juli 2026.--

Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur mengusulkan sebanyak 1.119 unit bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) kepada pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian yang layak dan sehat.

“Rabu 22 Juli 2026 kemarin kita sudah mengikuti Rakor percepatan pengusulan calon BSPS secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Untuk usulan kita di tahun 2026 ini ada sekitar  1.119 RTLH,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kaur, Ismawar Hasdan ST, 24 Juli 2026.

Dikatakan Ismawar, dimana saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait jumlah kuota yang akan disetujui. Pihaknya berharap seluruh usulan dapat direalisasikan demi meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat. Program bedah rumah akan diprioritaskan bagi masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Beberapa kriteria penerima bantuan di antaranya rumah dengan lantai tanah, dinding papan, serta kondisi bangunan yang belum memenuhi standar kelayakan.

“Program BSPS menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang aman dan nyaman. Dengan kondisi rumah yang lebih layak, masyarakat diharapkan dapat hidup lebih sehat dan produktif,”terangnya.

BACA JUGA:Empat ASN Terpidana Korupsi RSUD RL Belum Dipecat, Pemkab Tunggu Pihak Ini

BACA JUGA:Percepat Hilirasi Emas, BSI Support IBMA Perkuat Industri Bullion

Ditambahkannya, di tahun 2026 ini Kabupaten Kaur ada sekitar 455 unit rumah tidak layak huni di wilayah Kaur dibedah. Pelaksanaan  program BSPS yang bersumber dari dana APBN ini akan dibagi ke dalam tiga tahapan pengerjaan. Skema pembagiannya terdiri dari tahap pertama sebanyak 100 unit rumah, tahap kedua sebanyak 57 unit rumah, dan tahap ketiga yang menjadi gelombang terbesar mencakup 288 unit rumah.

“Untuk bantuan bedah rumah tahap pertama 100 unit ini sedang proses dilaksanakan. Juga bantuan ini setiap rumah menerima Rp 20 juta. Dana ini tidak diberikan dalam bentuk tunai, melainkan Rp 17,5 juta dialokasikan khusus untuk pembelian material bahan bangunan serta Rp 2,5 juta dialokasikan sebagai upah tukang,” tandasnya.(Irul)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan