Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Tembus 496 Ribu Unit, BPS Optimistis Capai Target
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal.--
Harianbengkuluekspress.id – Pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Juli 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu telah berhasil mendata sekitar 496 ribu rumah tangga dan unit usaha dari target sekitar 710 ribu yang ditetapkan.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengatakan, capaian tersebut mencakup pendataan rumah tangga serta berbagai jenis usaha yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu. Ia optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah hingga seluruh target pendataan dapat tercapai.
"Sekarang data yang sudah masuk hampir 496 ribu dari target sekitar 710 ribu. Saya yakin jumlahnya akan terus bertambah," ujar Win Rizal kepada BE, Minggu (26/7/2026).
BACA JUGA:FIFGROUP Gelar Hajatan di Mukomuko, Kesenian Irama Minang Meriahkan Acara dengan Hadiah Motor ADV
BACA JUGA:Festival Pantai Panjang Dongkrak Omzet 200 UMKM, Camkoha Resmi Jadi Identitas Kota Bengkulu
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menghadirkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dunia usaha di Provinsi Bengkulu, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), hingga perusahaan berskala besar. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih akurat dan tepat sasaran.
"Kami menargetkan SE 2026 menjadi basis data paling lengkap mengenai pelaku usaha, termasuk UMKM di Provinsi Bengkulu. Selama ini belum ada satu basis data yang mampu mencakup seluruh UMKM secara menyeluruh," jelasnya.
Win menambahkan, proses pendataan tidak hanya dilakukan di wilayah daratan, tetapi juga telah menjangkau Pulau Enggano. Petugas sensus telah diterjunkan untuk memastikan seluruh pelaku usaha di pulau terluar Bengkulu tersebut ikut terdata.
Ia menilai hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah dalam merancang berbagai program pemberdayaan UMKM, mendorong investasi, serta memperkuat pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, akurasi dan kelengkapan data menjadi faktor utama yang harus dijaga selama proses pendataan berlangsung.
BACA JUGA: Poktan Desa Kota Niur Usulkan Cetak Sawah 200 Ha
BPS pun mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi di lapangan kepada petugas sensus.
"Semakin baik kualitas data yang berhasil dikumpulkan, semakin baik pula kebijakan yang dapat dirumuskan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan UMKM maupun perekonomian di Bengkulu," tutup Win. (Bhudi Sulaksono)