Harian Bengkulu Ekspress

Investasi di BU Turun

foto internet--

Harianbengkuluekspress.id  - Target investasi Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tahun 2026 yang dipatok mencapai Rp 750 miliar menghadapi tantangan. Pasalnya, realisasi investasi justru mengalami penurunan pada triwulan kedua.

Setelah pada triwulan pertama realisasi investasi berhasil mencapai Rp 115,8 miliar, angka tersebut turun cukup signifikan pada triwulan kedua. Hingga akhir triwulan kedua, investasi yang berhasil dibukukan hanya mencapai Rp 71,5 miliar.

Penurunan ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) BU. Terlebih, target investasi yang ditetapkan tahun ini cukup tinggi dan membutuhkan kerja keras untuk dapat direalisasikan hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) BU, Ir Budi Sampurno, mengatakan target investasi tahun 2026 berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) daerah yang dilaporkan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) ditetapkan sekitar Rp 750 miliar.

“Target investasi kita tahun 2026 sekitar Rp 750 miliar. Ini memang menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan iklim investasi di Bengkulu Utara,” ujar Budi.

BACA JUGA: Wabup Mukomuko Lantik 32 Kepsek

BACA JUGA: Razia Patuh Pajak, 10 Pengendara di Benteng Teken Surat Pernyataan

Menurutnya, meski capaian investasi hingga triwulan kedua masih berada di bawah target, Pemkab BU tetap optimistis mengejar ketertinggalan tersebut. Pemerintah daerah akan memanfaatkan semester kedua untuk menggenjot investasi melalui berbagai langkah strategis.

Salah satunya dengan meningkatkan kualitas pelayanan perizinan serta memberikan pendampingan kepada pelaku usaha. Selain itu, Pemkab BU juga terus berupaya menarik investor baru agar menanamkan modalnya di daerah.

“Pada semester kedua ini kita akan terus mendorong peningkatan investasi. Kita optimistis masih ada peluang untuk mengejar target yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Budi menambahkan, BU memiliki sejumlah sektor potensial yang dinilai mampu menjadi magnet investasi. Mulai dari sektor industri, perikanan dan tambak, pariwisata, perkebunan, hingga berbagai sektor unggulan lainnya.

Potensi sumber daya alam yang dimiliki BU menjadi salah satu modal penting dalam menggaet investor. Ditambah dengan upaya pemerintah daerah memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan berusaha.

“Potensi yang kita miliki cukup banyak. Ada sektor perkebunan, perikanan, industri, pariwisata dan sektor lainnya yang masih sangat terbuka untuk dikembangkan,” jelas Budi.

Ia pun berharap potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan investasi pada triwulan berikutnya. Dengan peningkatan pelayanan, kemudahan berusaha dan masuknya investor baru, realisasi investasi diharapkan kembali meningkat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan