Harian Bengkulu Ekspress

Mobnas Dokter di Kepahiang Terjun Bebas

Mobnas Dokter Spesialis RSUD Kepahiang terjun bebas-IST/BE-

Harianbengkuluekspress.id – Peristiwa naas menimpa mobil dinas (mobnas) dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepahiang, pada Selasa pagi 4 Agustus 2026. Mobil plat merah jenis Toyota Avanza bernomor polisi BD 1147 GY yang tengah terparkir di kawasan gedung utama RSUD Kepahiang, sekitar pukul 10.00 WIB, tiba-tiba meluncur dan terjun bebas ke pelataran bawah setinggi sekitar 6 meter. Meskipun jatuh dari ketinggian yang cukup ekstrem, tidak ada korban jiwa ataupun korban luka dalam kejadian kecelakaan tunggal ini.  Kendaraan operasional milik Kabid Pelayanan yang diperuntukkan bagi dokter spesialis anak tersebut diketahui berada dalam kondisi kosong tanpa pengemudi maupun penumpang saat musibah terjadi. Kendati demikian, kendaraan dinas tersebut mengalami kerusakan parah pada bagian depan akibat menghantam landasan bawah rumah sakit.

Direktur RSUD Kepahiang, dr. Burhan Hadi, saat memberikan menjelaskan bahwa kendaraan saat diparkirkan berada dalam posisi gigi netral dengan rem tangan terpasang. Berdasarkan dugaan sementara, insiden meluncurnya mobnas tersebut dipicu oleh kegagalan sistem pengereman (rem blong).

"Mobil dokter spesialis itu jatuh ke bawah, tadinya dalam keadaan sedang terparkir, tidak ada pengemudi saat itu. Dugaan sementara kecelakaan tersebut terjadi karena rem blong," jelas dr. Burhan Hadi.

BACA JUGA: Jus Ubi Jalar Beda Warna, Ternyata Manfaatnya Berbeda untuk Kesehatan, Ini Penjelasannya

BACA JUGA:7 Manfaat Jus Ubi Jalar untuk Kesehatan, Bukan Cuma Sumber Energi tapi Juga Bantu Kontrol Gula Darah

Lebih lanjut, dr. Burhan secara terbuka mengakui bahwa fasilitas parkir khusus pegawai di area depan gedung utama memang belum memenuhi standar operasional keselamatan publik. Area yang berada di posisi lebih tinggi tersebut belum dilengkapi dengan plang pembatas atau sarana pengaman kendaraan (stopper).

"Memang kondisi fasilitas parkir khusus pegawai rumah sakit belum fully memadai, belum ada plang pembatas. Ini sudah kita sampaikan kepada pihak ketiga selaku pengelola fasilitas parkir," tegasnya.

Terpisah, Supervisor Pengelola Parkir RSUD Kepahiang, Jaka, mengonfirmasi terkait insiden nyungsepnya kendaraan dinas dokter spesialis tersebut. Ia menduga rem tangan mobil tidak terikat secara tepat sehingga kendaraan bergeser dan meluncur ke bawah.

"Iya, parkir di bagian atas depan gedung utama itu memang belum dilengkapi plang pembatas, terkait hal ini akan segera kami benahi. Sementara untuk kerusakan kendaraan, kami pastikan kembali apakah benar pemicunya akibat kondisi rem tangan blong atau faktor lain," pungkas Jaka. (doni)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan