Polres Kepahiang Luncurkan Program Bebek Kamtibmas
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH, S.IK, MH salurkan bantuan Bebek Kamtibmas.-IST/BE -
Harianbengkuluekspress.id – Guna menekan angka kriminalitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga, Kepolisian Resor (Polres) Kepahiang menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat bertajuk 'Bebek Kamtibmas'. Program budidaya bebek petelur ini diproyeksikan menjadi mesin penggerak ekonomi harian masyarakat di Kabupaten Kepahiang.
Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda SH SIK MH mengungkapkan, lahirnya program tersebut didasari oleh pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Mayoritas warga Kepahiang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan kopi yang hasil panennya hanya dapat dinikmati satu kali dalam setahun.
"Kebutuhan hidup warga berlangsung setiap hari, sementara penghasilan dari kopi sifatnya tahunan. Keterbatasan penghasilan harian ini berpotensi menjadi faktor pemicu kejahatan akibat tekanan ekonomi, seperti tindak pidana pencurian," ujar AKBP Yuriko.
BACA JUGA:Pemerintah Tunda Pajak Marketplace, Pedagang Online Bisa Bernapas Lega
BACA JUGA:Semarakkan HUT RI ke-81, Pemkot Bengkulu Bagi 5000 Bendera Merah Putih
Menurutnya, melihat persoalan mendasar tersebut, Polres Kepahiang menghadirkan solusi yang sederhana dan bernilai ekonomi tinggi. Melalui program Bebek Kamtibmas, masyarakat penerima manfaat diberikan bibit bebek untuk dipelihara hingga produktif. Hasil panen telur nantinya dapat dijual sehingga memberikan pemasukan rutin harian bagi rumah tangga. Menariknya, program ini dirancang dengan sistem pengembangan berkelanjutan tanpa terus bergantung pada alokasi anggaran baru. Pada tahap awal, penyaluran ditargetkan menyasar 20 titik di wilayah Kepahiang.
Dalam skema tersebut, setiap penerima manfaat yang bebeknya sudah produktif diwajibkan menyerahkan 10 butir telur kepada Polres Kepahiang.
"Telur-telur yang diserahkan warga akan kami tetaskan kembali. Bibit baru hasil penetasan tersebut kemudian disalurkan kepada warga lain yang belum menerima bantuan. Dengan mekanisme rantai manfaat ini, bantuan terus berputar dan berkembang," jelas Kapolres.
Melalui perhitungan reproduksi bebek dan pola rantai manfaat ini, Polres Kepahiang optimistis dalam waktu tiga tahun ke depan program Bebek Kamtibmas dapat berkembang pesat hingga mencapai 1.000 titik penyaluran. Selain mendongkrak taraf hidup warga, kegiatan pendampingan dan monitoring program ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta kemitraan antara Polri dan masyarakat.
"Keamanan dan kesejahteraan masyarakat itu saling berkaitan. Ketika kondisi ekonomi membaik dan komunikasi dengan kepolisian terjalin erat, potensi kejahatan dapat ditekan, sehingga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dapat terwujud," pungkasnya. (doni)