Harian Bengkulu Ekspress

Mukomuko Rancang Pembuatan Video Dokumenter

Kadis Dikbud Mukomuko, Arni Gusnita--

Harianbengkuluekspress.id – Salah satu upaya pelestarian budaya daerah,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko tengah merancang untuk membuat dokumentasi komprehensif kebudayaan lokal dalam bentuk video dokumenter yang dirancang sebagai arsip sejarah budaya tak benda.

“Tengah kita rancang, dan realisasinya  menggunakan APBD Perubahan 2026, setelah sebelumnya sempat tertunda akibat penyesuaian anggaran pada APBD murni,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita. Menurutnya,  pembuatan video dokumenter ini difokuskan pada pengumpulan dan pengemasan berbagai bentuk seni, tradisi, serta praktik budaya yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda di Kabupaten Mukomuko. Seluruh elemen tersebut akan dirangkum dalam satu produk dokumentasi visual yang sistematis. Pihaknya menilai, selama ini kekayaan budaya daerah lebih banyak diwariskan secara lisan dan praktik langsung di masyarakat, namun belum didukung dokumentasi yang memadai. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap hilangnya jejak sejarah jika tidak segera diarsipkan secara terstruktur.

“Penting memiliki bukti dokumentasi. Ketika dibutuhkan, kita bisa menunjukkan secara jelas apa saja budaya yang di miliki Mukomuko,” bebernya. 

BACA JUGA:36 Paskibraka Seluma Digembleng 7 Hari

BACA JUGA:Pasar Murah Pemkot Bidik Stabilitas Harga dan Daya Beli Warga

Ia menambahkan, sejumlah budaya lokal yang akan masuk dalam dokumentasi tersebut diantaranya seni Gandai, Sakora, alat musik Serunai, serta tradisi tempat ngajing atau kegiatan mengaji tradisional. Selain itu, karya seni budaya kreasi yang berkembang di masyarakat juga akan menjadi bagian dari pengambilan gambar. Dokumentasi ini tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga sebagai referensi resmi yang dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, hingga promosi budaya daerah. Dengan format video, materi budaya diharapkan lebih mudah diakses dan dipahami oleh generasi muda. Kegiatan ini juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan identitas budaya Mukomuko di tengah perubahan zaman. 

"Tanpa dokumentasi yang kuat, potensi hilangnya nilai-nilai budaya lokal dinilai semakin besar, terutama pada generasi yang tidak lagi bersentuhan langsung dengan praktik tradisional," ujarnya.(budi)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan