Warga Bengkulu Utara Diminta Waspada Kebakaran
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Bengkulu Utara, Aan Alamsyah --
Harianbengkuluekspress.id - Warga Kabupaten Bengkulu Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran. Pasalnya, hingga 12 Agustus 2026, tercatat sudah terjadi 42 peristiwa kebakaran di wilayah tersebut. Jumlah ini bahkan telah melampaui total kejadian kebakaran sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 30 kasus.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Bengkulu Utara, Aan Alamsyah mengatakan, peningkatan kasus kebakaran tersebut menjadi perhatian pihaknya. Berdasarkan rekapitulasi kejadian sejak Januari hingga 12 Agustus 2026, sebanyak 42 peristiwa kebakaran terjadi di sejumlah wilayah dengan objek yang beragam.
"Jadi sampai dengan 12 Agustus 2026, sudah ada 42 kejadian kebakaran yang tercatat di Kabupaten Bengkulu Utara. Kejadiannya meliputi kebakaran rumah warga, pasar, lahan dan objek lainnya," ujar Aan, Kamis 13 Agustus 2026.
BACA JUGA: Dinkes Mukomuko Imbau Jangan Abaikan Pasien
BACA JUGA:Pelamar Pimpinan Baznas Kaur Baru 3 Orang
Menurutnya, dari berbagai kejadian tersebut, korsleting atau arus pendek listrik masih menjadi salah satu penyebab dominan. Selain itu, kebakaran juga kerap dipicu kelalaian masyarakat ketika melakukan aktivitas rumah tangga.
"Mayoritas penyebabnya masih berkaitan dengan korsleting listrik dan kelalaian dalam aktivitas rumah tangga. Karena itu, masyarakat harus lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik dan berbagai sumber yang berpotensi memicu kebakaran," jelasnya.
Aan menambahkan, angka 42 kejadian tersebut tergolong cukup tinggi apabila dibandingkan dengan jumlah kasus sepanjang 2025. Dalam satu tahun penuh pada 2025, tercatat sebanyak 30 peristiwa kebakaran. Sementara pada 2026, jumlah tersebut telah terlampaui meski tahun masih menyisakan beberapa bulan.
"Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, memang terjadi peningkatan. Tahun 2025 totalnya 30 kejadian, sedangkan sampai 12 Agustus tahun ini sudah mencapai 42 kejadian," katanya.
Untuk menekan potensi kebakaran, sambungnya, pihak Damkar Bengkulu Utara terus mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan hal-hal kecil yang dapat menjadi pemicu kebakaran. Selain korsleting listrik, kebocoran tabung maupun selang gas LPG juga perlu menjadi perhatian.
"Untuk masyarakat, kami mengimbau agar lebih berhati-hati. Jangan meninggalkan kompor yang masih menyala ketika memasak. Kemudian pastikan tabung dan selang LPG dalam kondisi baik dan tidak mengalami kebocoran," tegas Aan.
Ia juga mengingatkan, masyarakat untuk melakukan pengecekan secara berkala terhadap instalasi listrik di rumah. Penggunaan kabel, colokan maupun peralatan listrik yang tidak layak dapat meningkatkan risiko terjadinya arus pendek.
"Kewaspadaan ini harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Jangan sampai kelalaian kecil justru menimbulkan kebakaran dan menyebabkan kerugian yang lebih besar," pungkasnya.(afrizal)