Pembangunan RTLH di BU Capai 40 Persen
foto internet--
Harianbengkuluekspress.id - Program peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Bengkulu Utara terus berjalan. Sebanyak 31 unit RTLH yang bersumber dari APBD Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2026 telah menerima bantuan 100 persen, dan saat ini memasuki tahap pelaksanaan fisik.
Masing masing penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta per unit. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung proses pembangunan maupun perbaikan rumah agar menjadi lebih layak dan memenuhi standar hunian bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bengkulu Utara, Munadi SP, mengatakan seluruh bantuan untuk 31 unit RTLH tersebut telah disalurkan kepada penerima manfaat. Saat ini, pembangunan di lapangan terus dikebut dan secara keseluruhan progres fisiknya telah mencapai sekitar 40 persen.
“Untuk bantuan RTLH yang bersumber dari APBD tahun 2026, ada sebanyak 31 unit. Bantuan sebesar Rp 20 juta per unit sudah tersalurkan 100 persen kepada penerima manfaat. Saat ini progres fisiknya sekitar 40 persen,” ujar Munadi.
BACA JUGA: Jalan Tanjung Terdana–Harapan Makmur Dibangun Bertahap
BACA JUGA: Mukomuko Berpotensi Digoyang Gempa dan Tsunami
Menurutnya, pencairan bantuan secara penuh tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan dan perbaikan rumah masyarakat penerima program. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Program penanganan RTLH tahun ini tidak hanya menyasar masyarakat di wilayah daratan Bengkulu Utara. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap masyarakat di Kecamatan Enggano melalui dukungan program dari pemerintah pusat.
Di Kecamatan Enggano, sebanyak 63 unit RTLH mendapatkan bantuan yang bersumber dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Untuk tahap pertama, masing masing penerima telah menerima bantuan sebesar Rp 10 juta.
Sementara pencairan bantuan tahap kedua akan dilakukan setelah pembangunan atau perbaikan rumah mencapai progres fisik 100 persen.
“Untuk Enggano ada 63 unit yang mendapatkan bantuan. Tahap pertama masing masing menerima Rp 10 juta. Untuk tahap kedua, pencairannya dilakukan setelah pembangunan rumah selesai atau progres fisiknya mencapai 100 persen,” jelas Munadi.
Dengan adanya program tersebut, penanganan rumah tidak layak huni di Bengkulu Utara kini tidak hanya difokuskan pada wilayah daratan, tetapi juga menjangkau masyarakat di Pulau Enggano. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat secara bertahap.
Selain 31 unit yang telah didanai melalui APBD dan 63 unit di Enggano, Pemkab Bengkulu Utara juga masih mempersiapkan tambahan program RTLH melalui dukungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia.
Sebanyak 100 unit bantuan rumah dari pemerintah pusat disiapkan untuk masyarakat Bengkulu Utara. Saat ini, calon penerima masih dalam proses pembentukan kelompok penerima bantuan RTLH sebelum program tersebut direalisasikan.