BPJS Minta Kades dan Lurah di Rejang Lebong Proaktif
Kegiatan sosialisasi pemberian informasi status kepersertaan JKN di ruang rapat BPJS Kesehatan Cabang Curup, Rabu 25 Februari 2026.-Ary/BE-
Harianbengkuluekspress.id- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Curup meminta kerjasama Kades dan Lurah untuk ikut melakukan pengecekan status kepesertaan BPJS Kesehatan wargannya.
Hal tersebut seiring dengan ada pengnonaktifan peserta JKN-KIS dari BPJS Kesehatan khususnya untuk mereka yang iuran bulannya dibayarkan oleh APBN yaitu PBI JK.
"Kami minta kerjasamanya kepada Kades dan Lurah untuk proaktif mendorong warganya untuk mengecek status keaktifan kepesertaan JKN-KIS masing-masing," sampai Kepala BPJS Kesehatan Cabang Curup Eka Natalina Setiani, SE usai kegiatan sosialisasi pemberian informasi status kepersertaan JKN di ruang rapat BPJS Kesehatan Cabang Curup, Rabu 25 Februari 2026.
BACA JUGA: Pemkab Lebong Berikan 3.200 Seragam Sekolah Gratis
BACA JUGA: Distankan Rejang Lebong Intensifkan Pengawasan Daging
Hal tersebut, menurutnya penting karena agar warga mereka tau status dari kepesertaan JKN mereka, sehingga bila sewaktu-waktu akan digunakan maka tidak menemukan kendala lagi. Jangan sampai menurutnya saat akan memerlukan JKN, ternyata status kepesertaannya tidak aktif.
Lebih lanjut Eka menjelaskan, dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi tersebut pihaknya mengundang pihak-pihak terkait mulai dari Dinas Sosial, Dinas PMD, BPS Rejang Lebong dan perwakilan desa dan kelurahan yang warganya paling banyak status JKN-KIS dinonaktifkan yaitu sebanyak 34 desa dan kelurahan di Kabupaten Rejang Lebong.
"Dukungan dari kepala desa dan lurah sangat kami butuhkan, karena mereka adalah perpanajngan tangan kami untuk menyampaikan kepada warganya," ungkap Eka.
Dalam kesempatan tersebut, Eka juga menyampaikan bahwa jumlah peserta JKN-KIS PBI JK di Kabupaten Rejang Lebong yang dinonaktifkan terhitung 1 Februari 2026 sendiri sebanyak 10.337 peserta.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong, Dr Hambali SPd MH menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Kesehatan Cabang Curup yang telah melaksanakan kegiatan tersebut.
Terkait dengan adanya 10.337 status kepesertaan JKN-KIS masyarakat Rejang Lebong yang dinonaktifkan sementara tersebut, menurut Hambali pihaknya sudah bergerak untuk melakukan reaktifasi kembali. Dimana menurutnya saat ini sudah lebih dari 7 ribu sudah aktif kembali.
"Jadi saat ini masih ada sekitar 2 ribu lagi yang masih dalam proses pengaktifan kembali," ujar Hambali.
Dalam kesempatan tersebut, Hambali juga meminta, Kades dan lurah untuk proaktif melakukan pengecekan status kepesertaan dari masing-masing warganya. Sehingga saat warga ingin menggunakan BPJS Kesehatan status kepesertaannya aktif dan tidak ada kendala.(ari)