Harian Bengkulu Ekspress

7 PPPK Siluman dari Tenaga Pengajar Guru

Berkas honorer yang tidak memenuhi syarat.--

Harianbengkuluekspress.id - Total keseluruhan PPPK 567 orang yang dinyatakan lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 1. Ternyata hanya 15 orang yang ditetapkan tidak memenuhi persyaratan atau honorer "siluman". Namun, Tujuh dari 15 orang dinyatakan sebagai siluman, merupakan Guru Ahli pratama. Bahkan tenaga medis yang diduga “siluman”pun melenggang mulus sebagai PPPK Seluma.

Salah seorang tenaga medis di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Seluma, yang Enggan namanya di tuliskan. Menyayangkan kinerja yang tidak maksimal dalam  verifikasi yang sudah dilakukan oleh inspektorat dan BKPSDM Seluma. Pasalnya yang diduga PPPK “siluman” juga terdapat di kantornya bekerja lolos sebagai PPPK tahap 1 ini.

“Di Puskesmas kami yang sebelumnya tidak bekerja sebagai apoteker justru sudah bekerja dan dinyatakan lulus sebagai PPPK tahap awal,” sampainya yang memohon namanya tidak ditulis.

Tenaga medis yang sudah bekerja 10 tahun terakhir ini, menyampaikan jika seorang apoteker tersebut sebelumnya tidak pernah bekerja di tempatnya. Bahkan berkantor pun selama ini tidak pernah sama sekali. 

“Kami satu Puskesmas ini heran kenapa seorang apoteker ini bisa masuk PPPK dan lolos di tempat bekerja ini,” sampainya.

BACA JUGA:Dewan BU Minta Pemkab Tingkatkan Pelayanan Publik: Integrasikan Aplikasi Digital dan Tatap Muka

BACA JUGA:Astra Motor Bengkulu Kembali Raih Penghargaan Donor Darah Sukarela dari PMI, Ini Apresiasi dari Gubernur

Disayangkannya, seharusnya pemerintah Seluma bisa mengungkap PPPK Siluman ini bagian dari sindikat, serta tenaga medis tidak ada satupun yang terindikasi siluman. Padahal dari ujung Betungan hingga ujung alas, sudah dipastikan banyak tenaga medis yang di paksakan sebagai PPPK tahap 1, dengan modus pemalsuan dokumen dokumen yang di butuhkan.

“Sayang sekali instansi terkait tidak tegas dalam menindak PPPK siluman ini,” sampainya.

Sementara itu, dari 15 orang PPPK yang di berikan kesempatan untuk menyanggah. Ternyata 7 orang merupakan tenaga pendidik. Sehingga inilah yang diduga paling mudah untuk memanipulasi data dalam persyaratan PPPK tahap 1. Dan kenapa tidak ada dari kalangan tenaga medis.

“Kok bisa tujuh orang pendidik ini tidak lulus PPPK tahap 1 ini padahal tenaga medis jauh lebih banyak yang diduga siluman. PPPK tahap 1 dari tenaga medis  juga sangat mudah untuk di manipulasi datanya,” sampainya.

Terpisah, Ketua Panselda Kabupaten Seluma sekaligus penjabat Sekda Seluma, Deddy Ramdhani SE ME MSE kepada wartawan, mengutarakan 15 nama administrasinya dianggap belum memenuhi syarat sebagai PPPK. Mulai dari tenaga teknis, tenaga guru.

“Diduga sebagai siluman ini setelah dilakukan verifikasi langsung termasuk mendatangi tempat bekerja,” sampainya.

Ditambahkan, Untuk guru yang diduga sebagai siluman ini, tidak hadir saat pemeriksaan sehingga inilah yang membuat mereka sebagai siluman. Bahkan ada juga yang tidak di akui oleh pimpinannya bekerja. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan