Baru 2600 Rumah Tersambung SPAM Kobema
JEFRYY/BE Ujicoba saluran air bersih Pamsimas beberapa waktu lalu dan tak lama lagi, SPAM Kobema yang akan beroperasi.--
Harianbengkuluekspress.id - Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kobema di Kabupaten Seluma segera memasuki tahap operasional. Pasalnya, sebanyak 2600 rumah warga telah terpasang jaringan SPAM Kobema.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Seluma, M Syaifullah ST melalui Kabid Cipta Karya, Aris Taven mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan uji commissioning atau uji alir air yang dilaksanakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK).
“Secara teknis jaringan SPAM sudah selesai dipasang. Namun, untuk operasional penuh masih menunggu proses serah terima pengelolaan dari BPBPK ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SPAM Kobema PUPR Provinsi Bengkulu,” jelas Aris.
Setelah proses tersebut rampung, lanjutnya, operasional SPAM Kobema selanjutnya akan diserahkan oleh Dinas PUPR Seluma kepada PDAM Seluma untuk dikelola.
“Belum beroperasi penuh. Saat ini masih tahap uji alir air dari Balai BPBPK. Insya Allah dalam waktu dekat akan beroperasi setelah penyerahan pengelolaan ke UPTD SPAM Kobema Provinsi Bengkulu, kemudian diserahkan ke PDAM Seluma,” ujar Aris Taven.
BACA JUGA:Mengenal Lebih Dekat Ketua DPRD BU, Parmin, SIP: Anak Petani Duduki Posisi Puncak DPRD
BACA JUGA:150 Unit PJU Baru akan Dipasang
Hingga saat ini, jaringan SPAM Kobema di Kabupaten Seluma baru tersambung penuh di dua kecamatan, yakni Kecamatan Air Periukan dan Kecamatan Sukaraja. Total terdapat 12 desa yang telah terpasang jaringan SPAM Kobema, meliputi Desa Babatan, Jenggalu, Cahaya Negeri, Niur, Kayu Arang, Padang Pelawi, BP1, BP2, Lubuk Sahung, Sukaraja, Sukamaju dan Dermayu.
“Jumlah sambungan rumah yang sudah terpasang sebanyak 2.600 rumah di dua kecamatan,” singkatnya.
Terkait biaya pemasangan, Aris menegaskan bahwa masyarakat tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun, untuk pemakaian air bersih nantinya akan diberlakukan retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemasangannya gratis. Namun untuk retribusi pemakaian air tetap berbayar dan akan menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Seluma. Besaran tarif masih menunggu keputusan, karena penetapannya menjadi kewenangan direktur PDAM,” jelasnya.
Dengan segera beroperasinya SPAM Kobema, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat Seluma, khususnya wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih, dapat terpenuhi secara berkelanjutan. (Jefrianto)