Harian Bengkulu Ekspress

Banjir dan Longsor di Seluma, 2.478 Jiwa Terdampak

JEFRYY/BE RAKOR: Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, memimpin rapat koordinasi tanggap darurat bencana banjir di ruang rapat Bupati Seluma, Senin, 6 April 2026.--

Material longsor berupa tanah, dan batang pohon menutupi badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas saat ini. Sehingga aktivtasi masyarakat terpaksa  terhenti.

Kepala BPBD Seluma, Arben Mukhtiar, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait dan akan menurunkan alat  berat untuk membersihkan material yang menutup jalan lintas di dua kecamatan. 

"Saat Tim BPBD bersama TNI/Polri dan masyarakat setempat sudah bergerak  melakukan pembersihan material longsor," kata Arben.

Arben mengungkapkan, akses l jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat karena menghubungkan beberapa desa dan kecamatan. Sehingga penanganan akan dipercepat agar tak menggangu aktivitas warga.

"Kita tidak ingin masyarakat terisolasi akibat longsor. Karena jika tidak segera dibersihkan, aktivitas masyarakat dan distribusi barang akan terganggu,"jelasnya.

Sementara ini BPBD, TNI/Polri  bersama masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan material yang terdampak bencana, sembari menunggu kedatangan alat berat di lokasi.

Upaya pembersihan dilakukan secara manual dengan melibatkan warga sekitar, guna mempercepat penanganan awal agar akses masyarakat tidak sepenuhnya terputus. Material seperti tanah, lumpur, dan puing-puing dibersihkan secara gotong royong.

"Untuk sementara ini roda empat belum bisa lewat, kita masih menunggu alat berat tiba di lokasi," ujar perwakilan BPBD.

 

Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Sementara Wabup, Gustianto, dalam rapat koordinasi (Rakor) ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor guna memastikan penanganan darurat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Kita harus siap siaga menghadapi potensi banjir akibat curah hujan yang tinggi. Saya minta seluruh OPD bergerak cepat, meningkatkan koordinasi, serta memastikan langkah penanganan darurat dilakukan secara efektif,” tegasnya.

Rakor dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis, diantaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

Wabup turut didampingi Asisten Administrasi dan Umum Setda Kabupaten Seluma. Dalam forum tersebut, Gustianto mengingatkan agar seluruh OPD tidak menunggu situasi memburuk sebelum bertindak. Ia menekankan bahwa kesiapan personel, logistik, dan sarana pendukung harus dipastikan sejak dini. 

Selain itu, Rakor juga menjadi wadah penyusunan langkah-langkah strategis dalam menghadapi potensi banjir. Pemerintah daerah memastikan skema penanganan dilakukan secara terintegrasi antar-OPD, tidak berjalan parsial. (Jefrianto)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan