Polda Bengkulu Matangkan Ops Lilin Nala
IST/BE Wakapolda Bengkulu, Brigjen Pol Dicky Sondani menyematkan tanda peserta latihan kepada personel Polda Bengkulu yang mengikuti Lat Pra Ops Lilin Nala 2025 di Aula Awaloedin Djamin Mapolda Bengkulu, Rabu 17 Desember 2025.--
Harianbengkuluekspress.id - Menjelang pelaksanaan Operasi Lilin Nala 2025, yang dimulai pada 20 Desember 2025, Polda Bengkulu menggelar Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Awaloedin Djamin Mapolda Bengkulu, Rabu, 17 Desember 2025.
Latihan Pra Operasi dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu, Brigjen Pol Dicky Sondani SIK MH. Dalam arahannya, Wakapolda menegaskan, Lat Pra Ops bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pola tindak, sekaligus meningkatkan kemampuan serta profesionalitas personel yang akan terlibat dalam Operasi Lilin Nala 2025.
“Latihan ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi, pola tindak, serta meningkatkan kemampuan dan profesionalitas personel. Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan Operasi Lilin Nala 2025 diharapkan berjalan sesuai rencana dan mencapai hasil optimal,” ujar Brigjen Pol Dicky.
Lebih lanjut, Wakapolda menyampaikan, berdasarkan evaluasi Operasi Lilin Nala tahun sebelumnya, masih terdapat potensi peningkatan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, pada pelaksanaan Operasi Lilin Nala 2025, upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum harus dilakukan secara optimal, profesional, dan humanis.
Selain itu, Wakapolda juga menekankan pentingnya peningkatan kehadiran personel di lapangan, serta penempatan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di lokasi-lokasi strategis.
“Penguatan sinergitas, koordinasi, dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait juga menjadi kunci untuk memaksimalkan pelaksanaan Operasi Lilin Nala 2025,” imbuhnya.
Operasi Lilin Nala 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini menyasar terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di kawasan wisata, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, serta titik-titik keramaian lainnya, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. (Rizki Surya Tama)