Akses Pasar di Kota Bengkulu Dibuka
IST/BE Tim gabungan Satpol PP kota Bengkulu saat meratakan sejumlah bangunan liar yang berdiri di atas jalan.--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kota Bengkulu mempercepat penataan kawasan perkotaan melalui langkah tegas namun terukur. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bengkulu melakukan penertiban bangunan liar di Simpang Empat Betungan, Kecamatan Selebar, sekaligus memulai tahapan pembangunan infrastruktur jalan dan trotoar di kawasan Pasar Panorama, Kamis 22 Januari 2026.
Penertiban bangunan tanpa izin dilakukan DPUPR bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pihak Kecamatan Selebar. Bangunan yang dibongkar diketahui berdiri di atas lahan publik maupun lahan milik pihak lain, sehingga melanggar ketentuan tata ruang kota.
BACA JUGA:Desa Ulak Lebar Juara 3 Sadesahe, Sulap Lahan Polsek Jadi Kebun Jagung
BACA JUGA:BNN Bengkulu Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi
Langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi lahan sebagaimana mestinya, seperti saluran air, bantaran sungai, dan ruang terbuka hijau, sekaligus mencegah potensi banjir serta menjaga ketertiban dan keindahan kota.
“Penertiban ini bagian dari upaya pemerintah kota untuk mengembalikan fungsi lahan publik dan menata kawasan agar lebih tertib, aman, dan nyaman,” ujar Kasatpol PP Kota Bengkulu, Sahat M Situmorang saat dikonfirmasi BE, Kamis, 22 Januari 2026.
Bersamaan dengan penertiban, DPUPR Kota Bengkulu juga mulai merealisasikan arahan Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, untuk membenahi infrastruktur pasar. Tim DPUPR bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan peninjauan serta pengukuran di kawasan Pasar Panorama.
Kegiatan tersebut dipimpin Fungsional Umum DPUPR Kota Bengkulu, Supriyadi, bersama staf teknis. Fokus pengukuran meliputi perencanaan pembangunan akses jalan dan pelataran trotoar di sekitar pintu masuk pasar.
“Kami turun langsung melakukan pengukuran untuk pembangunan jalan dan pelataran trotoar di dekat gerbang Pasar Panorama. Tujuannya agar pedagang dan pembeli merasa lebih nyaman saat beraktivitas,” kata Supriyadi.
Menurutnya, pembangunan jalan setapak dan trotoar ini dirancang untuk memperlancar mobilitas pedagang dalam mendistribusikan barang, sekaligus memudahkan akses masyarakat menuju area pasar.
“Selain memperbaiki akses, kami ingin memastikan kawasan pasar tidak lagi becek saat musim hujan dan tetap bersih,” ujarnya.
BACA JUGA:87 CPNS Kaur segera Jadi PNS 100 Persen
Pemkot Bengkulu menilai penertiban bangunan liar dan pembenahan infrastruktur harus berjalan beriringan agar penataan kota dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Dengan lingkungan yang tertib dan infrastruktur memadai, pasar diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang publik yang nyaman.
“Penataan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus berdampak pada peningkatan pendapatan pedagang,” tambah Supriyadi.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Bengkulu menegaskan komitmennya menciptakan kota yang tertata, bersih, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. (Medi Karya Saputra)