Harian Bengkulu Ekspress

Suspect Campak 172 Kasus, Kota Bengkulu Tertinggi

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, drg Edriwan Mansyur--

Harianbengkuluekspress.id - Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mencatat sebanyak 172 kasus suspect campak tersebar di sejumlah daerah. Meski mengalami peningkatan, kondisi ini dipastikan belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, drg Edriwan Mansyur, mengatakan tren peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Bengkulu, tetapi juga secara nasional.

“Campak penyakit yang disebabkan oleh virus. Peningkatan kasus dipengaruhi daya tahan tubuh yang menurun serta perubahan cuaca yang tidak menentu,” ujar Edriwan saat dikonfirmasi BE, Kamis 16 April 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), tren kenaikan kasus memang terjadi, namun belum menunjukkan status KLB.

BACA JUGA:Belungguk Point Disiapkan Lebih Layak, Toilet dan Pos Jaga Jadi Prioritas Pembenahan

BACA JUGA:Wabup Kaur: HUT ke-21 Pagulu Momentum Berbenah

“Untuk Bengkulu, saat ini belum masuk kategori alarm maupun KLB. Namun, kami tetap melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan lebih besar,” jelasnya.

Dari total 172 kasus suspek yang tercatat, Kota Bengkulu menjadi daerah dengan jumlah tertinggi. Meski demikian, Edriwan menegaskan bahwa status suspek belum dapat dipastikan sebagai campak tanpa pemeriksaan laboratorium.

“Suspek ini belum tentu positif. Karena itu, kami mendorong setiap daerah segera mengirimkan sampel untuk diperiksa di laboratorium rujukan,” katanya.

Sejauh ini, baru dua daerah yang telah mengirimkan sampel, yakni Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong. Dari Kota Bengkulu, 20 sampel telah diperiksa dengan hasil 14 kasus positif dan 6 negatif. Sementara dari Rejang Lebong, dari 11 sampel terdapat 5 kasus positif.

Ia mengakui masih ada kendala di sejumlah daerah, seperti biaya pengiriman dan aspek teknis lainnya, sehingga proses pemeriksaan belum merata.

BACA JUGA:Tarik Investor Luar, Gusril Paparkan Keunggulan Kabupaten Kaur

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu terus menginstruksikan kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan pelacakan kasus, serta mempercepat pengiriman sampel.

Masyarakat juga diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh guna mencegah penularan. Pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi dan aktivitas fisik dinilai penting dalam menghadapi penyakit berbasis virus.

“Seperti saat Covid-19, kunci utama adalah menjaga imunitas tubuh,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap perubahan cuaca dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.

“Jika tidak ada keperluan penting, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah sebagai langkah pencegahan,” tutupnya. (Bhudi Sulaksono)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan