Program 100 Hari Kerja Rampung, PUPR Pastikan Pembangunan Berlanjut pada 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Selatan, Abdulah Umaya Zahari-Renald/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Selatan, Abdulah Umaya Zahari, menyampaikan bahwa seluruh program pembangunan yang digagas Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin dan Wakil Bupati Yevri Sudianto sepanjang 2025 berjalan dengan baik.
Capaian tersebut sejalan dengan program 100 hari kerja kepala daerah yang dilantik pada pertengahan Juni 2025.
Umaya menjelaskan, realisasi program tidak hanya terbatas pada rehabilitasi 53 jembatan gantung sebagai bagian dari program 100 hari kerja.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Bengkulu Selatan, Senin 29 Desember 2025, Sore Hujan Ringan hingga Sedang
BACA JUGA:Prediksi BMKG, Daerah yang Alami Hujan Lebat Hari Ini, Senin 29 Desember 2025, Waspadalah!
Di bawah kepemimpinan Rifai–Yevri, Dinas PUPR Bengkulu Selatan juga telah merampungkan sejumlah pekerjaan strategis di berbagai bidang.
Pada sektor Cipta Karya, PUPR Bengkulu Selatan telah menyelesaikan rehabilitasi rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan, serta pekerjaan sanitasi yang menjadi bagian dari peningkatan kualitas lingkungan permukiman juga menjadi fokus.
“Alhamdulillah untuk Program 100 kerja bupati dan wakil bupati sudah rampung 100 persen, lalu pekerjaan rehab rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan,” ujar Umaya kepada BE, Minggu, 28 Desember 2025.
Sementara itu, pada bidang Sumber Daya Air (SDA), PUPR Bengkulu Selatan juga telah menuntaskan rehabilitasi jaringan irigasi Napal Cuguk di Desa Sukarami, Kecamatan Seginim, yang selama ini menjadi kebutuhan penting masyarakat setempat.
“Rehab jaringan irigasi di Napal Cuguk Desa Sukarami itupun sudah selesai pengerjaannya,” terangnya.
Meski program 100 hari kerja telah rampung, Umaya menegaskan Dinas PUPR Bengkulu Selatan akan terus melanjutkan program pembangunan pada 2026 mendatang.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.
“Untuk jembatan yang belum tersentuh saat ini, tahun depan akan diupayakan untuk perbaikannya,” sambungnya.
Selain mengandalkan anggaran daerah, PUPR Bengkulu Selatan juga aktif mengajukan usulan pembangunan ke balai dan Kementerian Pekerjaan Umum.