Harian Bengkulu Ekspress

Kades Pagar Dewa Angkat Bicara soal Karaoke dan PL di WAS

Kepala Desa Pagar Dewa, Rusman Mahidi didampingi Kadun Sekunyit. -Renald/Bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id – Aksi ratusan warga Sekunyit, Desa Pagar Dewa, Kecamatan Kota Manna nekat menggeruduk Wisata Alam Sekunyit (WAS), Sabtu malam, 7 Februari 2026.

Warga memprotes aktivitas warung remang-remang, karaoke, serta dugaan peredaran minuman keras yang dinilai sudah melanggar kesepakatan dan meresahkan masyarakat.

Kepala Desa Pagar Dewa, Rusman Mahidi, menegaskan aksi tersebut murni lahir dari keresahan warga yang sudah lama menahan diri terhadap aktivitas hiburan malam di kawasan Sekunyit.

“Katanya mau jualan kuliner, tapi kenyataannya ada karaoke sampai jam malam, ada PL dan sebagainya,” ungkapnya, Minggu 8 Februari 2026.

BACA JUGA:WAS Digeruduk Ratusan Warga, Ahua Buka Suara soal Karaoke dan Miras

BACA JUGA:Peduli Terhadap Lingkungan, Kemenag Syiarkan Pentingnya Penerapan Ekoteologi

Menurut Rusman, justru kaum ibu-ibu menjadi kelompok yang paling vokal dalam menyuarakan penolakan terhadap keberadaan karaoke dan miras di sekitar lingkungan mereka.

“Ibu-ibu sampai jam 1 bertahan sampai minuman diangkut,” jelasnya.

Ia menyebut, aktivitas yang diprotes warga bukan hanya terjadi di kawasan WAS. Di Sekunyit terdapat sedikitnya dua titik karaoke, ditambah lagi laporan warga tentang adanya tempat yang menjual minuman keras.

Ia menegaskan, penertiban dilakukan karena pengelola melanggar kesepakatan jam operasional yang telah dibahas bersama masyarakat sebelumnya.

“Kalau untuk itu masyarakat meminta saat ini ditutup total, karena walau berjanji mereka tetap mengingkari,” pungkasnya.

BACA JUGA:Adanya Dugaan Pengeroyokan Siswi, Susi:Lemahnya Perlindungan Anak di Sekolah

BACA JUGA:Cegah Resistensi Antimikroba, Gelar Perkuliahan Pakar Libatkan 50 Mahasiswa Kesehatan

Rusman menambahkan, pemerintah desa mendukung langkah warga selama tetap dilakukan secara tertib dan tidak anarkis, demi menjaga lingkungan tetap aman serta tidak merusak generasi muda menjelang Ramadan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan