Program Bantu Rakyat Dievaluasi, Kontribusi OPD dan ASN Dinilai
Rapat evaluasi Program Bantu Rakyat di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin, 20 April 2026.-IST/BE-
Harianbengkuluekspress.id - Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE dan Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Ir. H. Mian mengevaluasi Program Bantu Rakyat yang diluncurkan pasca keduanya dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.
Program ini menyasar masyarakat secara langsung. Selama ini, program bantu rakyat tersebut digulirkan lewat APBD. Namun, di tengah efisiensi anggaran, program bantu rakyat tetap komitmen dijalankan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, SKM, MKes, MSi menegaskan, Program Bantu Rakyat itu selain lewat APBD, juga telah dijalankan lewat skema non APBD. Salah satunya, lewat dukungan Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Dukungan ASN memiliki peran penting dalam keberhasilan Program Bantu Rakyat," tegas Herwan, saat menggelar rapat evaluasi Program Bantu Rakyat di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin, 20 April 2026.
Dijelaskannya, komitmen ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dalam mendukung program unggulan Bantu Rakyat tetap kuat, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Saat ini, sejumlah Program Bantu Rakyat dari non APBD telah berjalan dan memberikan dampak baik kepada masyarakat. Seperti sedekah nasi bungkus (Sinabung), zakat profesi ASN, sedekah dan infak harian, serta program orang tua asuh.
"Program-program ini sudah berjalan dan terbukti sangat membantu. Untuk itu, harus terus dimaksimalkan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," tambahnya.
Herwan menegaskan, Program Bantu Rakyat lewat non APBD ini terus dievaluasi. Masing-masing OPD dievaluasi kinerjanya untuk melihat sejauh mana kontribusinya.
"Kita evaluasi dukungan ASN, dalam hal ini OPD, terhadap program strategis nasional maupun kinerja khusus sesuai arahan kepala daerah," ujarnya.
Selain kegiatan sosial, pembinaan mental dan spiritual ASN juga diperkuat melalui program Retret Merah Putih. Program ini, sebagai upaya membangun integritas dan kepedulian sosial bagi ASN.
"Program Retret Merah Putih, masih terus kita jalankan," ungkap Herwan.
Sementara itu, di tengah efisiensi anggaran, Herwan meminta OPD untuk memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik dari sektor pajak, retribusi, maupun zakat.
Tidak hanya itu, pemprov bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu sedang mengkaji penerapan zakat sebesar 2,5 persen bagi pelaku usaha, sebagai bagian dari optimalisasi penghimpunan dana sosial keagamaan.
"Zakat 2,5 persen bagi pelaku usaha ini masih dalam kajian," tuturnya.