Harianbengkuluekspress.id- Jamaah haji indonesia telah menunaikan puncak haji, melakukan lontar jumrah ula, wustho dan Aqabah.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menetapkan jadwal pelaksanaan lontar jumrah pada empat waktu, yakni:
1) Pukul 00.00 – 05.00 WAS;
2) Pukul 05.00 – 10.30 WAS;
3) Pukul 14.00 – 18.00 WAS; dan,
4) Pukul 18.00 – 00.00 WAS.
PPIH kembali mengingatkan jemaah haji agar mematuhi jadwal dan jalur melontar jumrah yang telah ditetapkan dan yang telah diberikan sesuai kloternya masing-masing. Hindari melontar jumrah pada saat cuaca panas yang berlebih dan terlebih dalam kondisi berdesak-desakan.
Diketahui, lonjakan suhu panas ekstrem melanda wilayah Mekkah dan Madinah akhir-akhir ini. Sejak Minggu 16 Juni 2024, suhu udara di Arab Saudi mencapai 51,8 derajat celcius.
BACA JUGA:50 WNI Dapat Undangan Haji Gratis Dari Raja Salman, Salah Satunya Menkeu Sri Mulyani
BACA JUGA:Berbagi Keberkahan, SMKN 1 Kota Bengkulu Bagi Ratusan Paket Daging Kurban
Kementerian Kesehatan Arab Saudi mencatat lebih dari 2.700 kasus kelelahan akibat cuaca panas.
Akibat lonjakan suhu udara yang sangat panas tersebut beberapa jamaah haji dari berbagai negara seperti Jordania, Iran, Senegal, dan Indonesia mengalami kelelahan hingga meninggal.
Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menuturkan pemerintah Arab Saudi telah mengambil langkah-langkah melindungi jamaah haji.
Widi Dwinanda mengingatkan kepada jamaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Awal, diperbolehkan untuk meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah.
" Jamaah haji yang mengambil pilihan Nafar Tsani dapat meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah," ujar Widi .