3 Anak Usaha PT Pertamina Digabung, Begini Alasannya
Ilustrasi kantor Pertamina -Tangkaplayar/bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id – PT Pertamina berencana menyatukan operasional tiga anak usaha di sektor hilir migas. Penggabungan ini ditargetkan paling lambat hingga akhir 2025.
Ketiga anak usaha yang akan disatukan antara lain Patra Niaga, KPI (Kilang Pertamina Internasional), dan PIS (Pertamina International Shipping).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan alasan yang menjadi latar belakang keputusan perusahaan untuk menggabungkan ketiga anak usaha tersebut, salah satu penyebab penurunan profit Pertamina adalah situasi global.
Permintaan menurun, sementara produksi kilang meningkat karena banyak kilang baru.
"Dengan kondisi yang kurang menguntungkan bagi kami, kilang ini margin‑nya semakin kecil. Tentunya dalam konsolidasi akan memberi dampak negatif ke bottom line perusahaan. Agar lebih efektif, memang ada beberapa kajian di dalam kami untuk menyatukan antara KPI, PIS, dan PPN,"katanya.
BACA JUGA:Beredar Rumor, BSU Kembali Cair di Bulan September! Begini Penjelasan Kemnaker
BACA JUGA:Kejati Bengkulu Gelar Turnamen Adhyaksa Mini Soccer, 11 Tim Bersaing Rebut Piala Bergilir
Simon menambahkan bahwa saat ini Pertamina tengah melakukan integrasi operasional di sektor hilir. Penggabungan PPN, KPI, dan PIS menjadi salah satu langkah strategis perusahaan. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis di seluruh lini perusahaan.
"Integrasi ini penting agar setiap aktivitas operasional berjalan lebih efisien sekaligus menjaga reputasi perusahaan dan kepercayaan stakeholder,"ujar Simon.
Pertamina juga menyiapkan langkah strategis berupa spin‑off untuk beberapa usaha non‑core. Usaha di sektor penerbangan, asuransi, pelayanan kesehatan, hospitality, dan patrajasa akan dipisahkan atau digabung dengan perusahaan sejenis.
Salah satu contoh yang tengah dijajaki adalah penggabungan Pelita Air dengan Garuda Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan upaya Pertamina memperkuat sinergi dengan pemerintah. Perusahaan akan lebih aktif melakukan advokasi serta komunikasi kebijakan strategis agar keputusan yang diambil berdampak positif bagi perusahaan maupun negara.
BACA JUGA:Diduga Septic Tank Meledak, Belasan Rumah Warga Di Pamulang Rusak, 7 Warga Luka-luka
BACA JUGA:Komitmen Turunkan Angka Kemiskinan, Bupati Lebong Kunjungi BP Taskin RI