Guru Dimuliakan Dalam Pidato, Dilelahkan Dalam System
Prof. Dr. Emilia Sulasmi, M.Pd (Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)-Istimewa/Bengkuluekspress.-
Dalam konteks Indonesia, pendidikan kerap dijadikan komoditas elektoral—menarik dalam pidato, tetapi tidak selalu konsisten dalam kebijakan jangka panjang.
BACA JUGA:Dalih Pembangunan Seluma, Pimpinan DPRD Seluma Ajak Bupati Duduk Satu Meja
BACA JUGA:Tutup Celah Curang Penerimaan Siswa Baru, Pemprov Libatkan APH, Ada Laporan Langsung Diproses
Karena itu, membicarakan krisis guru sesungguhnya bukan sekadar membahas profesi tertentu. Ia menyangkut arah pembangunan manusia Indonesia secara keseluruhan. Negara tidak mungkin menghasilkan generasi unggul jika profesi guru terus berada dalam ketidakpastian struktural.
Yang dibutuhkan bukan hanya rekrutmen baru atau perubahan kurikulum berikutnya, melainkan reformasi menyeluruh terhadap ekosistem profesi guru: kepastian karier, distribusi yang adil, pelatihan berkelanjutan, pengurangan beban administratif, dan peningkatan kesejahteraan yang nyata.
Sebab selama guru hanya dimuliakan dalam slogan tetapi dilelahkan dalam sistem, maka krisis pendidikan Indonesia akan terus berulang dalam bentuk yang berbeda-beda.
Oleh: Prof. Dr. Emilia Sulasmi, M.Pd (Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara). (*)