PAD Retribusi Pasar Bengkulu Anjlok, Begini Penjelasan kepala Disperindag Kota Bengkulu
Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Bujang HR.--
Harianbengkuluekspress.id – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bengkulu dari sektor retribusi pasar pada 2024 jauh dari target yang telah ditetapkan. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, realisasi PAD hanya mencapai Rp 1,4 miliar, padahal target awalnya ditetapkan sebesar Rp 2,5 miliar.
Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Bujang HR, mengungkapkan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan ketidaktercapaian target PAD ini. Salah satu penyebab utama kondisi pasar yang tidak memadai dan kurang menarik bagi pedagang.
"Pendapatan asli daerah kita tahun ini masih jauh dari sasaran sebesar Rp2,5 miliar tersebut. Kita sudah berusaha sebaik mungkin, namun hanya mampu mencapai Rp 1,4 miliar," ungkap Bujang.
Menurutnya, banyak pasar di Kota Bengkulu yang sudah tidak layak digunakan. Bahkan beberapa pasar terpaksa ditinggalkan oleh para pedagang karena fasilitasnya tidak mendukung aktivitas jual beli.
“Contohnya, lantai dua Pasar Minggu saat ini sepi dari aktivitas perdagangan, sementara Pasar Barukoto juga berada dalam kondisi yang memprihatinkan," ucap Bujang.
BACA JUGA:Realisasi PAD di Rejang Lebong Tak Capai Target, Ini Penyebabnya
BACA JUGA:Wujudkan Desa Digital, Ini Imbauan Kepala Dinas PMD Provinsi Bengkulu
Sebagai langkah strategis untuk mengatasi masalah ini, Bujang menyampaikan bahwa Disperindag akan mengoptimalkan empat pasar utama di Kota Bengkulu pada 2025, yakni Pasar Panorama, Pasar Barukoto, Pasar Jangkar dan Pasar Minggu.
"Optimasi ini mencakup peningkatan menyeluruh, termasuk restorasi pasar yang rusak berat. Kami juga akan mengatur ulang pedagang yang berjualan di luar pasar agar mereka kembali menempati tempat yang telah disediakan," ujarnya.
Bujang menjelaskan, untuk Pasar Barukoto, peningkatan akan difokuskan pada lantai satu. Salah satu rencana yang akan dilakukan adalah memindahkan pedagang buah ke area tersebut agar lebih terorganisir.
"Dengan adanya usaha perbaikan ini. Kami optimis bahwa target PAD dari retribusi pasar dapat tercapai pada tahun mendatang. Kebijakan perbaikan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi para pedagang dan pembeli di Kota Bengkulu,'' ucap Bujang. (Indriati)