Harian Bengkulu Ekspress

Pedagang Panorama Saling Lapor Penganiayaan Berat, Polisi Lakukan Ini

Kasi Humas Polresta Bengkulu, Iptu Endang Sudrajat-IST/BE-

Harianbengkuluekspress.id  - Tindak pidana penganiayaan berat yang melibatkan pedagang kerupuk dan tempe di Pasar Panorama Kota Bengkulu berujung saling melaporkan. 

Laporan lebih dulu disampaikan Wo (39) dan istrinya AM (29) ke Polresta Bengkulu. Mereka melaporkan terduga pelaku DM (40) merupakan pedagang tempe, Rabu, 13 Desember 2025. 

Terlapor DM yang juga merasa menjadi korban dalam kasus tersebut, juga membuat laporan polisi tindak pidana penganiayaan dan perusakan di Polsek Gading Cempaka, Kamis, 16 Januari 2025. DM melaporkan Wo. 

Kasi Humas Polresta Bengkulu, Iptu Endang Sudrajat membenarkan adanya pedagang di Pasar Panorama saling lapor tersebut. 

BACA JUGA:Tujuh Perwira Polda Bengkulu Dirotasi, Berikut Daftar dan Tempat Tugas Baru

BACA JUGA:Wahana Air Tirta Amerta Waterpark Bengkulu Resmi Dibuka, Segini Tarifnya

"Kasus tindak pidana penganiayaan di Pasar Panorama antara pedagang tempe dan kerupuk saling lapor. Untuk laporan di Polresta Bengkulu masih diselidiki, terduga pelaku sudah diamankan tetapi belum ditahan. Untuk laporan di Polsek Gading Cempaka sama, masih dalam penyelidikan dan pengembangan," jelas Iptu Endang. 

Perseturuan antara pedagang tempe dan kerupuk di Pasar Panorama karena tidak saling mengalah perihal lapak dagangan. Laporan versi pedagang tempe berinisial DM, Wo awalnya menegur DM karena menghalangi lapak jualannya. 

Keduanya terlibat adu mulut, pelaku Wo emosi dan merusak dagangan tempe milik DM. Terlapor Wo merusak dagangan tempe DM dengan cara diserakkan dan disiram menggunakan bensin. 

Wo kemudian menghidupkan korek api dan mengancam akan membakar dangan tempe tersebut. Melihat hal tersebut, DM menyiramkan kopi ke arah Wo. Wo pun semakin marah. Wo kemudian memukul pelipis kanan korban dan menusuk gunting ke paha korban. 

"Kejadiannya tanggal 13 Januari 2025 lalu, awalnya pedagang kerupuk tidak senang lapaknya terhalangi pedagang tempe. Kemudian terjadilah keributan antara keduanya, pedagang kerupuk melakukan penganiayaan dan pengerusakan terhadap pedagang tempe," imbuh Iptu Endang.

Tindakan dari Wo kemudian dibalas oleh DM dengan mengambil pisau untuk memotong tempe kemudian melukai Wo. 

Wo melarikan diri, kemudian pelaku melihat istri Wo masih berada di lapak, pelaku menyerang istri Wo. Melihat istrinya diserang, Wo berusaha membantu, tetapi Wo kembali mendapat serangan dari pelaku. Akibat serangan tersebut, Wo mengalami luka di bagian kepala, sementara istrinya mengalami luka bacok di bagian kepala belakang, kepala depan dan bahu kiri.(167)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan