Harian Bengkulu Ekspress

Wabup Minta Maaf, Janji segera Panggil Kabid SD

Wabup Seluma, Drs H Gustianto--

Harianbengkuluekspress.id - Wakil Bupati Seluma, Drs H Gustianto, menyayangkan sikap Kepala Bidang Sekolah Dasar Dispendikbud Seluma yang enggan memberikan hak jawab saat dimintai klarifikasi oleh wartawan.

Selaku pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma, seharusnya dapat memberikan sikap yang mencontohkan dengan baik untuk hal layak umum, karena dengan jabatannya selaku Kepala Bidang SD di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma tentu banyak menjadi sorotan bagi masyarakat luas.

“Dengan tidak mau di wawancara ini membuat tanda tanya besar bagi masyarakat luas dengan hal-hal yang negative dari adanya penyimpangan. Secepatnya akan saya panggil yang bersangkutan,” sampainya.

Tak jauh berbeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Seluma Farzian SPd, juga menyampaikan hal yang sama.  Maka dari itu, atas kejadian ini ia memohon maaf dan akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.

"Selaku Kepala Dinas saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” sampainya.

BACA JUGA:Dua Pejabat Seluma Tak Lagi Berhak Terima TPP, Ini Penyebabnya

BACA JUGA:Polres Kaur Gelar Pasar Murah, Sediakan Berbagai Kebutuhan Ini

Untuk meluruskan hal tersebut, sehubungan dengan pemeriksaan dan audit BPK RI Perwakilan Bengkulu, sehingga diberitahukan kepada sekolah penerima pengadaan chromebook dan laptop tahun 2024 untuk segera mengumpulkan  chromebook dan laptopnya ke Disdikbud. 

“Ini memang murni untuk mempermudah audit BPK saja, jadi tidak ada karena tidak sesuai spek tersebut,” kilahnya.

Chromebook dan laptop yang dikumpulkan harus dikasih  merek atau nomor register sekolah masing-masing supaya tidak tertukar pada saat pengambilan kembali.

Diketahui, adapun berita ini mencuat bermula pada Rabu 13 Maret 2025 kemarin, saat wartawan hendak wawancara soal pengembalian ribuan laptop dan chromebook dari Guru SD dan SMP, yang diterima pihak sekolah sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu, dilakukan pihaknya karena diduga tidak sesuai spek, sehingga akan dilakukan pengecekan dan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Bengkulu, ditolak dengan sewot oleh Kepala Bidang SD Antoni.

"Ido seliro wawancara-wawancara. Bulia ido ndak wawancara situ. Terserah kampo kaba la ndak dio," cetus Antoni saat ditemui di ruangannya. (Jefrianto)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan