3 BUMDes di Rejang Lebong Berstatus Maju, Segini Jumlah Keseluruhannya
Kepala Dinas PMD Kabupaten Rejang Lebong, Suradi Ripai SP MSi--
harianbengkuluekspress.id - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rejang Lebong mengungkapkan, bahwa dari total 35 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), terdapat 3 BUMdes yang sudah berstatus maju.
"Dari 35 BUMDes yang aktif di Kabupaten Rejang Lebong ini, ada tiga BUMDes yang statusnya maju," terang Kepala Dinas PMD Kabupaten Rejang Lebong, Suradi Ripai SP MSi.
Sementara untuk 32 BUMDes lainnya, menurut Suradi, saat ini statusnya adalah BUMDes perintis dan BUMDes berkembang. Adapun tiga BUMDes yang berstatus maju tersebut adalah BUMDes Rimbo Recap di Kecamatan Curup Selatan, BUMDes Sumber Urip di Kecamatan Selupu Rejang dan satu lagi BUMDes Kampung Delima di Kecamatan Curup Timur.
Dijelaskan Suradi, BUMDes yang berstatus maju tersebut adalah BUMDes yang memiliki usaha jelas, sehingga bisa melakukan perputaran uang dan bisa memberikan Pendapatan Asli Desa atau PADes.
"Ketiga BUMDes yang berstatus maju ini usahanya adal yang pengolahan beras dan jual beli beras, kemudian ada yang bidang pariwisata dan ada yang pengadaan pupuk serta alat mesin pertanian," terang Suradi.
BACA JUGA:Anggaran Perbaikan Lampu Jalan di Rejang Lebong Segini
BACA JUGA:Warga Kepahiang Tersengat Listrik PLN Tegangan Tinggi, Begini Kondisinya Saat Ini
Lebih lanjut Suradi menjelaskan, dari 122 desa yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, saat ini semuanya sudah membentuk BUMDes, namun yang aktif hanya 35 BUMDes sedangkan sisanya sudah vakum.
Adapun jenis-jenis usaha BUMDes yang aktif tersebut terbanyak adalah usaha penyewaan tenda atau tarup hingga peralatan prasmanan. Kemudian jenis usaha lain yang dilakukan BUMDes di Rejang Lebong adalah pengadaan air bersih, jual beli sembako, usaha foto kopi dan ATK, usaha bidang pariwisata, penjualan pupuk dan alat pertanian hingga simpan pinjam dan lainnya.
Dalam pengembangan BUMDes di masing-masing desa, Suradi menerangkan, harus memiliki SDM yang mumpuni, sehingga bisa mengelola dan mencari atau memanfaatkan potensi-potensi yang ada di desa untuk dikembangkan. Tak hanya itu SDM tersebut juga harus berpengalaman dalam bidang wira usaha dan sosial.
Tak hanya itu, dijelaskan Suradi, BUMDes yang ada tersebut juga harus mendapat dukungan dari pemerintah desa masing-masing dalam bentuk penyertaan modal sehingga bisa mengembangkan usaha yang mereka geluti.(ari)