BI Bengkulu Ajak Pedagang Gunakan QRIS, Banyak Kemudahannya

Pedagang di Kota Bengkulu menggunakan QRIS untuk menerima pembayaran dari pembeli. -REWA/BE -

Harianbengkuluekspress.id  - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mengajak para pedagang di Bengkulu untuk menggunakan sistem pembayaran non tunai melalui aplikasi Quick Respons Code Indonesia Standard (QRIS). Sebab, saat ini sudah 185.958 pedagang memanfaatkan QRIS di Bengkulu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan, QRIS merupakan program Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). 

Bank Indonesia kemudian mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan QRIS.

"Kita berharap program QRIS ini bisa dipakai oleh para pedagang di Bengkulu karena saat ini sudah ada 185.958 merchant yang memanfaatkannya," kata Wahyu, Sabtu, 15 Maret 2025.

BACA JUGA:Permintaan Daging Ayam di Kota Bengkulu Meningkat, Berikut Pemicunya

BACA JUGA:Sentra Dharma Guna Bengkulu Bantu Rakyat Berdayakan UMKM, Sukses Gelar Ramadan Market Festival

Pihaknya sudah mengimbau kepada semua pedagang yang ada di sejumlah pasar di Bengkulu untuk menggunakan QRIS. Diharapkan ke depannya semua pasar menjadi pasar digital dan transaksi menggunakan pembayaran non tunai.

"Kita berharap seluruh pedagang di daerah sudah menggunakan QRIS, target kami ada 206.043 merchant atau pedagang yang memanfaatkan QRIS," ujarnya.

Ditegaskan Wahyu,  program QRIS ini lebih aman, mudah, efektif, dan efesien serta sangat mudah diterapkan. Cara pakainya sangat mudah, pedagang bisa datang ke perbankan yang dituju untuk menggunakan QRIS seperti BRI ataupun Mandiri.

"Setelah itu pedagang akan mendapat kode barcode beserta rekening yang dituju. Apabila pembeli ingin membayar melalui non tunai tinggal melakukan scan barcode saja," ungkapnya.

Meski terbilang mudah, Wahyu mengaku, tak semua pedagang memahami teknologi dan masih ada yang menganggap program itu belum meyakinkan. Oleh sebab itu, Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu akan terus berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi kepada sejumlah pedagang di daerah.

"Saya berharap ada kesadaran dari pedagang itu sendiri dan tentunya masyarakat Bengkulu agar bertransaksi melalui pembayaran non tunai. Saya optimis program QRIS akan terus berjalan, karena ini sudah menjadi program nasional, tidak berbiaya, lebih aman, menghindari uang palsu dan mempermudah bertransaksi," tutupnya.

Sementara itu, Pedagang Makanan di Jalan Basuki Rahmad Kota Bengkulu, Siti Fatimah mengaku, telah memanfaatkan QRIS untuk menerima pembayaran dari masyarakat yang membeli makanan di tokonya. Dirinya cukup senang dengan layanan QRIS, karena selain membuat transaksi menjadi lebih cepat, dia juga tidak perlu menyediakan uang kembalian.

"Pakai QRIS ini mudah dan gampang, jadi pembeli tidak repot sewaktu membayar," tutupnya.(999)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan