Kemendag dan Kemendes PDT Pacu Pengembangan Desa Ekspor, Ini Tujuannya

Kemendes PDT pacu perkembangan desa ekspor -Tangkaplayar/bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah terus memacu pengembangan desa Ekspor dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Program yang digadang-gadang oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bagian mendukung pencapaian asta cita presiden Prabowo Subianto dalam memajukan perekonomian daerah, khususnya di wilayah perdesaan.
Sinergi dua kementerian ini belum lama ini meluncurkan pengembangan desa ekspor dengan harapan mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing desa di pasar global.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebutkan, ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan rantai pasok dalam negeri, pengembangan komoditas potensial, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, fasilitasi promosi dan pemasaran, serta kegiatan lain yang disepakati kedua belah pihak.
BACA JUGA:Siaga Lebaran, Dinkes Kota Bengkulu Terjunkan 12 Nakes, di Sini Penempatannya
BACA JUGA: Peringati Hari Down Syndrome Sedunia, Kemendikdasmen Ajak Wujudkan Pendidikan Ramah Anak
"Upaya ini adalah langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Kemendag dan Kemendes PDT untuk memajukan perekonomian daerah, terutama di wilayah perdesaan, sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional," kata Budi Santoso.
Ia bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai pengembangan desa ekspor.
Kemendag akan mengajak UMKM yang dibina oleh Kemendes PDT untuk mengikuti berbagai program ekspor, misalnya business matching.
Menurut Budi Santoso, Kemendag siap mendukung desa-desa yang dipilih oleh Kemendes PDT untuk mengembangkan potensi ekspor mereka.
Kesepakatan ini berlaku selama lima tahun sejak penandatanganan MoU tersebut.
"Kami akan pastikan desa ekspor yang telah ditetapkan oleh Kemendes dapat kami bantu melalui program business matching dengan perwakilan dari Kemendag. Kami menunggu desa mana saja yang akan dipilih oleh Kemendes untuk kami ajak dalam program ini," kata Budi Santoso.
Ia meyakini semua desa desa memiliki kekayaan alam dan produk unggulan yang dapat bersaing di pasar global. Produk pertanian berkualitas tinggi, kerajinan tangan, dan produk olahan makanan tradisional menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan, tutupnya.
BACA JUGA:Siap-siap, Usai Lebaran Idul Fitri, Pasar di Kota Bengkulu Ditata