Harian Bengkulu Ekspress

Bulog Kembali Hentikan Penjualan Beras SPHP, Ini Alasannya

Dody Syahrial --

Harianbengkuluekspress.id - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Bengkulu kembali penghentian sementara penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pasca berakhirnya bulan suci Ramadan 2025. Keputusan ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat yang sebelumnya telah menyalurkan beras SPHP secara intensif selama bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Perum Bulog Kanwil Bengkulu Dody Syahrial menjelaskan penyaluran beras SPHP memang diprioritaskan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama periode Ramadan dan Lebaran. Setelah periode tersebut usai, pemerintah kembali menghentikan sementara penyaluran SPHP untuk memberikan fokus pada upaya penyerapan beras dari petani yang saat ini tengah memasuki masa panen.

"Penyaluran SPHP kembali di-off-kan agar tidak bertabrakan dengan momentum panen raya. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan supply and demand di tingkat petani. Kita tidak ingin terjadi lagi harga gabah menjadi murah saat panen," terang Dody, Jumat 11 April 2025.

Dijelaskannya, keputusan menghentikan penjualan beras SPHP ke masyarakat itu, sejalan dengan arahan dari Badan Pangan Nasional (Bappenas). Karena tujuannya untuk memastikan panen raya dapat berjalan optimal dan memberikan keuntungan yang layak bagi para petani. Dihentikannya sementara penyaluran SPHP, diharapkan harga gabah di tingkat petani dapat meningkat dan harga beras di pasaran tetap stabil.

"Jadi, penghentian SPHP ini bertujuan ganda, yaitu untuk menjaga harga gabah petani tetap naik dan sekaligus menjaga harga beras tetap stabil di tingkat konsumen," tuturnya.

BACA JUGA:Janji Datangkan Kapal Keruk Besar, Gubernur Masih Tunggu Keseriusan Pelindo

BACA JUGA:Cegah Bali dan Knalpot Brong, Gencar Lakukan Patroli Jalan Raya

Dody mengatakan, penghentikan ementara penyaluran beras SPHP itu dilakukan sejak per 30 Maret 2025 lalu. Sebelumnya diedarkannya kembali beras SPHP itu,  merupakan salah satu langkah intervensi pemerintah untuk mengendalikan stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan beras di pasaran saat ramadan dan lebaran. Langkah ini terutama krusial menjelang hari-hari besar keagamaan yang seringkali memicu lonjakan harga dan potensi kekurangan komoditas beras.

"Dengan pertimbangan panen raya yang masih berjalan, penyaluran SPHP kembali dihentikan," bebernya.

Dody mengatakan, hingga saat ini belum ada kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait pembukaan kembali penyaluran beras SPHP. Kemungkinan besar keran SPHP akan dibuka kembali setelah masa panen raya mencapai puncaknya.

"Pasca panen puncak selesai nanti, diperkirakan pada minggu pertama atau kedua bulan Mei, atau bahkan di akhir bulan April ini, reaksi pasar akan berubah. Artinya, harga beras akan cenderung naik lagi. Insya Allah, pada saat itulah keran SPHP akan dibuka kembali," tandas Dody. (Eko)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan