BPBD Imbau Waspada Bencana , Ini Bencana yang Kerap Terjadi di Kabupaten Mukomuko
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi.--
Harianbengkuluekspress.id – Masyarakat di wilayah Kabupaten Mukomuko diimbau tetap mewaspadai cuaca ekstrem yang masih melanda daerah ini. Bagi warga yang beraktifitas di perairan seperti di Sungai, laut, darat. Termasuk warga yang rumahnya dekat dengan tebing. Cuaca ekstrem dapat menibulkan bencana banjir dan longsor.
“Mukomuko masih dilanda cuaca ekstrem. Kami imbau masyarakat selalu waspada,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi ketika dikonfirmasi BE, Sabtu, 12 April 2025.
BPBD mencatat belasan kejadian bencana alam maupun nonalam terjadi sejak Januari 2025 hingga minggu kedua April 2025. Pada Januari terjadi lima kejadian, Februari dua kejadian, Maret dua kejadian, dan awal April tiga kejadian. Dari belasan kejadian itu, sembilan kejadian bencana alam dan tiga kejadian nonalam.
Akibat kejadian bencana alam maupun nonalam tersebut sebanyak dua orang warga meninggal dunia. Seorang warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, bernama Ibnu Oktavianto, yang meninggal akibat dimangsa Harimau di kebun kelapa sawit.
BACA JUGA:118 Desa Terima Pencairan DD, Ini Jumlah Desa Belum Cairkan DD di Kabupaten Bengkulu Utara
BACA JUGA:Enggano Terancam Krisis Bapok, Pemkab BU Gelar Rakor Darurat, Begini Hasilnya
Seorang balita berusia lima tahun bernama Muhammad Akbar Yuliansyah asal Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam, meninggal akibat masuk dalam sumur. Kejadian bencana alam satu kejadian banjir yang terjadi di dua wilayah yakni Satuan Pemukiman (SP) VII Desa Rawa Mulya dan SP V Desa Tirta Mulya.
Bencana alam longsor yang terjadi di Desa Lubuk Gedang yang menyebabkan sebanyak tiga rumah dekat tebing sepanjang Sungai Manjuto di wilayah tersebut rusak dan 15 rumah terancam longsor. Lanjutnya, seekor sapi milik warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, mati akibat dimangsa harimau, serta ada tiga kejadian kebakaran yang diduga berasal dari arus pendek listrik menghanguskan empat rumah kosong yang ditinggal pemiliknya.
Ada lagi kejadian badai dan gelombang tinggi di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, yang menyebabkan satu perahu nelayan karam diterjang ombak besar, ada peristiwa di Kecamatan Air Dikit dua kejadian pohon tumbang akibat angin kencang. Dan satu warga di Kecamatan Ipuh hilang di kawasan Sungai Batang Muar, setelah lima hari hilang korban ditemukan hidup. (Budi Hartono)