Kebut Bangun Jalan, Jadi Skala Prioritas Gubernur
Tejo Suroso--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan SE telah memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di 10 kabupaten dan kota pada tahun 2025, ditengah kebijakan efisiensi anggaran. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso ST MSi mengungkapkan, sejumlah proyek strategis pembangunan jalan akan dikebut di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.
"Pembangunan jalan ini merupakan skala prioritas," terang Tejo, Jumat 18 April 2025.
Tejo menjelaskan, saat ini pihaknya sedang dalam tahap lelang perencanaan dan pengawasan untuk proyek-proyek prioritas tersebut.
"Kami sedang melelang perencanaan dan pengawasan baru nanti kita lanjut ke fisik. Karena lelang pengawasan butuh waktu sekitar 45 hari, target kita melaksanakan e-catalog untuk fisiknya dan akhir Mei itu sudah berkontrak," ujarnya.
Tejo menegaskan tahun ini akan ada banyak pekerjaan terkait infrastruktur jalan yang dilaksanakan, sesuai dengan prioritas program kerja Gubernur.
"Setiap kabupaten dan kota ada beberapa titik yang diprioritaskan untuk dibangun," tambah Tejo.
BACA JUGA:Pastikan Chat WhatsApp Anda Aman, Ini Tipsnya
BACA JUGA:Bupati Seluma Desak Bentuk Dewan Pengupahan, Ini Tujuannya
Pembangunan jalan yang akan dilakukan itu, seperti di Kabupaten Kaur untuk ruas jalan di arah Padang Guci, Kabupaten Bengkulu Selatan untuk perbaikan jalan daerah Pino, Kabupaten Seluma untuk ruas jalan Padang Capo dan di Pring Baru Pasar Talo.
Lalu di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) untuk jalan rusak yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat dari Lubuk Sini Ini ke arah utara.
"Karena memang membutuhkan anggaran sangat besar dengan kebutuhan anggaran 168 miliar, kita kerjakan tahun ini hampir 80 miliar itu. Jalan ke arah ujan Mas yang selama ini longsor juga kita tangani," bebernya.
Lalu untuk Kabupaten Bengkulu Utara, infrastruktur jalan yang akan dibangun daerah Napal Putih Ketahun, serta ruas jalan ke arah Lebong. Sedangkan di kabupaten Mukomuko banyak infrastruktur jembatan yang dikerjakan, yakni ada tiga titik jembatan yang kita perbaikan.
"Di Kabupaten Lebong, prioritasnya dari Bupati permintaannya menyelesaikan mendukung pariwisata air putih, itu juga kita selesaikan dengan anggaran sekitar 20 miliar," tuturnya.
Sedangkan di Kabupaten Rejang Lebong Rejang Lebong, akan membantu penanganan infrastruktur jalan yang kerap banjir, terutama dari Simpang Lebong ke arah Lebong. Kemudian jalan ke arah PUT juga ada dua titik yang akan kita kerjakan. Untuk di Kabupaten Kepahiang, infrastruktur jalan di Pasar Kepahiang akan diutamakan. Karena selama ini jalan tersebut non status .