Harian Bengkulu Ekspress

Jalan Amblas di Kepahiang Tak Kunjung Diperbaiki, Ini Dampaknya

Kondisi jalan poros Desa Karang Endah Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang yang ambruk.-IST/BE -

harianbengkuluekspress.id - Warga Desa Karang Endah Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang menyayangkan jalan utama desa tidak kunjung diperbaiki. Padahal jalan poros tersebut sudah sejak tahun lalu ambruk akibat bencana longsor yang melanda tahun lalu. Akibatnya membuat petani terpaksa menyewa ojek motor untuk mengangkut hasil kebun. Titik jalan yang longsor berada di jalan utama yang menghubungkan Kelurahan Pasar Ujung dan Desa Karang Endah. Kondisinya separuh aspal jalan tampak ambles dan menyebabkan lubang besar di tengah jalan.  Kemudian di bawah jalan merupakan sungai kecil yang mengarah ke lembah. Akibat longsor ini, aspal jalan hanya tinggal selebar kurang lebih 1 meter, dan hanya bisa dilalui dengan aman menggunakan sepeda motor.

Jumiati warga setempat mengatakan, kondisi jalan longsor ini sangat menyusahkan untuk mengangkut hasil kebun. Ia memiliki sawah padi dan kebun kopi yang sebentar lagi akan panen. Biasanya untuk mengangkut hasil panen bisa dengan menggunakan mobil pick up, dan hanya butuh satu kali angkut. Namun dengan kondisi saat ini, mobil pick up tidak bisa lewat karena beban berat, dan Jumiati terpaksa menyewa ojek motor untuk mengangkut hasil kebunnya. 

"Biaya angkut ojek Rp 20 ribu persatu kali angkut," ungkap Jumiati.

BACA JUGA:Jadwal dan Tata Tertib Pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK Kemenkeu Tahap 2, Cek Disini

BACA JUGA:KUR Mandiri Rp 120 Juta, Tenor hingga 5 Tahun, Berikut Tabel Angsurannya

Karena harus beberapa kali menyewa ojek motor, Jumiati mengatakan, biayanya lebih mahal, dan membuat pendapatan dari kebun berkurang.

"Harapan kami jalan ini bisa segera diperbaiki," ujar dia.

Sementara Kepala Desa (Kades) Karang Endah, Dedi Ariyanto mengatakan, jalan ini sudah longsor sejak tahun 2024 lalu. Awalnya longsor hanya ada di bagian pinggir jalan. Namun semakin lama, semakin membesar, dan sampai memakan separuh badan jalan.

"Setiap hari longsornya bertambah terus, apa lagi sekarang lagi musim hujan," ungkap Dedi

Jalan ini, lanjut Dedi, merupakan salah satu akses utama masyarakat di desa ini. Selain banyak rumah warga, jalan ini juga merupakan jalan utama dari perkebunan kopi.

Saat ini jalan ini tidak lagi bisa dilewati oleh mobil, dan hanya bisa dilewati sepeda motor. Untuk perbaikan, pihak desa sudah beberapa kali mengusulkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang. Terakhir pengajuan sudah diusulkan di Dinas PUPR Kepahiang dan sudah mendapatkan persetujuan Pemkab.  Namun  karena adanya efisiensi anggaran, perbaikan jalan ini akhirnya tertunda, dan tidak bisa dikerjakan pada awal tahun 2025 ini. (doni)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan