Petani Jangan Hanya Tanam Kelapa Sawit, Ini Imbauan Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon SHut MSi--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta petani tidak hanya menanam kelapa sawit saja, tetapi juga bisa menanam tanaman padi. Hal dilakukan guna mengatasi tingginya harga gabah kering di daerah ini. Saat ini, harga gabah kering telah mencapai Rp 6.600 per kilogram. Harga ini melebihi harga normal pada musim panen padi sebesar Rp 5.300 per kilogram.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon SHut MSi menyatakan, tingginya harga gabah kering disebabkan minimnya petani di Bengkulu yang menanam padi. Mereka rata-rata lebih banyak menanam kelapa sawit. Dampaknya, harga beras di Bengkulu menjadi cukup mahal hingga Rp 24 ribu per cupak.
"Karena banyak yang menanam sawit dan minim petani yang menanam padi membuat harga gabah naik, sehingga berdampak pada tingginya harga beras di Bengkulu," kata Rizon, Minggu 20 April 2025.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana memberikan bantuan teknis dan pembenihan padi kepada petani sawit yang bersedia melakukan diversifikasi tanaman. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi lokal dan merangsang penurunan harga gabah kering.
BACA JUGA:Ratusan Hektar Sawah Rusak Parah, Petani Kedurang Dirundung Sedih, Ini Penyebabnya
BACA JUGA:Dukung Program Bank Sampah, Ini Imbauan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu pada Masyarakat
"Tidak hanya petani sawit, masyarakat diharapkan mendukung kebijakan ini untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan," tambahnya.
Sejauh ini, kebijakan ini mendapat respons positif dari sebagian besar pihak. Sementara pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan ketahanan pangan di Bengkulu.
"Untuk respon yang kami terima positif dan banyak yang mau menanam padi. Kami optimis dengan terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder ekonomi dan ketahanan pangan di Bengkulu tetap terjaga," tutupnya.
Menanggapi kebijakan tersebut, sejumlah petani sawit menyambut baik langkah pemerintah dan siap beradaptasi dengan perubahan tanaman. Salah seorang petani di Kota Bengkulu, Lukman (43) mengatakan, demi kepentingan bersama, petani siap menanam padi.
BACA JUGA:Jangan Tambah Libur Sekolah, Hari Ini KBM Kembali Normal
"Meskipun awalnya agak sulit beralih, tetapi jika itu untuk kepentingan bersama dan dapat mendukung stabilitas harga beras, kami bersedia," pungkasnya. (Rewa Yoke)