Ekspor Biji Kopi Langsung, Begini Penjelasan Kepala Balai Karantina Bengkulu
IST/BE Kopi yang siap diekspor ke luar negeri.--
Harianbengkuluekspress.id - Balai Karantina Bengkulu terus mendorong ekspor komoditas biji kopi langsung dari Provinsi Bengkulu. Pasalnya komoditas unggulan Bengkulu ini masih di ekspor melalui Provinsi Lampung dan Jakarta.
Kepala Balai Karantina Bengkulu, Sri Endah Ekandari mengaku, optimis komoditas biji kopi bisa langsung di ekspor dari Bengkulu. Bahkan saat dia berkunjung langsung ke salah satu gudang biji kopi di daerah, pemiliknya sangat mendukung upaya ekspor biji kopi bisa dilakukan.
"Saya mendukung ekspor biji kopi langsung dari Bengkulu," kata Sri, Kamis 24 April 2025.
Ia mengaku, untuk mendorong komoditas biji kopi agar bisa langsung di ekspor dari Bengkulu, Kementerian Pertanian telah membuat program pengembangan komoditas strategis, peningkatan produksi, dan peningkatan nilai tambah produk pertanian. Melalui program tersebut kegiatan ekspor biji kopi langsung dari Bengkulu tidak mustahil dapat dilakukan.
BACA JUGA:9.224 Peserta UTBK di UNIB, Ini Keterangan Ketua Panlok UTBK-SNBT UNIB
BACA JUGA:Masih Bigung, Pilih Emas Batangan Atau Emas Perhiasan Untuk Investasi?, Ini Kata Pakar
"Lewat program itu, kami sangat mendorong agar biji kopi Bengkulu ini bisa tembus ekspor dan terus mengalami peningkatan," ujar Sri.
Sementara itu, untuk kontainer ekspor biji kopi nantinya bisa didatangkan dari Palembang dan Lampung, sehingga kegiatan ekspor biji kopi bisa segera terealisasi.
"Untuk kontainer ekspor kami fasilitasi dengan cara mendatangkan kontainer ekspor dari Palembang dan Lampung untuk menekan biaya agar lebih murah, walaupun ekspor biji kopinya berangkat dari Pelabuhan Baai menuju Tanjung Priok sehingga secara otomatis dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan membuka peluang pasar internasional," tuturnya.
Terkait dengan pembeli biji kopi di luar negeri, pihaknya akan berusaha mencari data pembeli dari beberapa negara tujuan ekspor. Sehingga pengusaha biji kopi di Bengkulu nantinya cukup menyiapkan pasokannya saja.
BACA JUGA:RSHD Tambah Ruang Inap dan Poli, Ini Penjelasan Direktur RSHD Kota Bengkulu
"Masalah pembeli kami akan upayakan mencari data pembeli dari beberapa negara tujuan ekspor biji kopi, semoga nantinya bisa membantu untuk membuka peluang pasar," tutupnya.
Pelaku Usaha Kopi di Bengkulu, Heri Supandi mengatakan, sudah mengekspor biji kopi sebanyak dua kali langsung dari Bengkulu, namun penerbitan Phytosanitari Certificate (PC) masih melalui Tanjung Priok. Kendala lainnya yang saat ini dihadapi terkait biaya, karena harus mendatangkan kontainer khusus ekspor dari Jakarta.
"Kami masih terkendala dari segi operasional, tetapi karena tidak tersedianya kontainer ekspor di Bengkulu, sehingga kami harus mendatangkan dari Tanjung Priok. Dampaknya biaya yang kami keluarkan tinggi," ungkap Heri.