Harian Bengkulu Ekspress

Tengkulak Diminta Tak Mainkan Harga Gabah, Polres BS Ingatkan Ini

RENALD/BE Personel Polres Bengkulu Selatan melalui Unit Tipidter beri peringatan keras tengkulak agar tidak ada permainan harga gabah.--

Harianbengkuluekspress.id – Polres Bengkulu Selatan (BS) memberi peringatan keras kepada para tengkulak gabah. Melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim, polisi menegaskan agar tidak ada permainan harga dalam pembelian gabah dari petani.

Kanit Tipidter Ipda Meki Sumarno menyampaikan, hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden RI Prabowo Subianto, yang menetapkan harga gabah minimal Rp 6.500 per kilogram (kg).

"Sudah kami datangi para tengkulak dan pemilik penggilingan padi di BS. Kami tegaskan, tidak boleh ada permainan harga," tegas Kanit, Kamis 1 Mei 2025.

Ia mengatakan, selama ini harga gabah masih belum sebanding dengan harga beras yang tinggi. Akibatnya, petani sulit menikmati keuntungan.

"Kalau harga gabah stabil, petani bisa sejahtera. Hasil panen bisa dinikmati untuk memenuhi kebutuhan hidup," ujarnya.

BACA JUGA:Kabar Gembira, SK CPNS Kota Bengkulu Ditandatangani, Walikota:Segera Dibagikan

BACA JUGA:Harga Anjlok, Petani Karet di BU Terpuruk, Segini Harganya Saat Ini

Polres BS akan terus melakukan pengawasan. Jika ditemukan pihak-pihak yang bermain harga demi keuntungan pribadi, maka akan ditindak tegas sesuai hukum.

Dari pantauan, hampir seluruh wilayah Bengkulu Selatan baru saja menyelesaikan panen raya. Produksi gabah pun melimpah. Namun harga di tingkat tengkulak sempat di kisaran Rp 5.300–Rp 5.800 per kg. Sementara itu, Bulog menyatakan siap membeli gabah petani seharga Rp 6.500 per kg. 

Maka petani pun diminta menjual langsung ke Bulog agar tak dirugikan. Salah seorang petani asal Kecamatan Pino Susilo (40), menyebut harga gabah kini mulai stabil. 

“Kemarin kami jual gabah kering ke tengkulak sudah Rp 7 ribu per kilo,” pungkasnya. (Renald)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan