Harian Bengkulu Ekspress

KKT Tolak Tabut di Sport Center, Ini Alasannya

RIO/BE Ketua Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Syafril bersama 17 Keluarga Tabut memberikan keterangan pers , Jumat 16 Mei 2025.--

Harianbengkuluekspress.id - Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) menolak rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memindahkan lokasi festival tabut tahun 2025 di Lapangan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu. KKT  Bencoolen  tetap bersikukuh, untuk melaksanakan festival hingga ritual tabut lokasi Lapangan Merdeka depan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu. Karena lokasi tersebut telah digunakan sejak festival tabut digelar di Provinsi Bengkulu.  

Ketua KKT Bencoolen Achmad Syafril SY mengatakan,  KKT Bencoolen sebelumnya telah mendapatkan surat dari Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu tahun 2024 lalu, mengizinkan penggunaan Lapangan Merdeka di depan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu untuk seluruh rangkaian ritual Tabut. Mulai dari pengambilan tanah hingga pembuangan tabot. 

"Tapi sekarang tidak dibolehkan lagi," terang Syafril, saat menggelar konferensi pers di Sekretariat KKT  Bencoolen Pasar Melintang Kota Bengkulu, Jumat 16 Mei 2025. 

Dijelaskannya, lokasi Lapangan Merdeka depan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu itu dinilai sudah layak. Meskipun pertimbangan pemprov atas keselamatan dengan rusaknya bangunan View Tower. Selama ini pelaksana di lapangan merdeka berjalan dengan baik. 

"Jadi kami menolak tabut di gelar di lapangan sport center," tambahnya. 

BACA JUGA:‎Sidang Pembunuhan Anak, 5 Saksi dan 2 Ahli Dihadirkan

BACA JUGA:Hewan Kurban Diperketat, Sapi dari Enggano Diawasi

Selain menolak lokasi festival tabut, KKT juga menolak anggaran yang diberikan pemprov sebesar Rp 90 juta. Sebab, anggaran tersebut dinilai kurang untuk pembuatan tabut oleh  17 tabut penja di bawah naungan KKT Bencoolen.

"Anggaran Rp 90 juta, kalau dibagi 17 tabut penja, mungkin sekitar Rp 4 juta masing-masing. Jadi sangat kurang sekali," ungkapnya. 

Syafril mengatakan, jika pelaksanaan tabut hanya diberikan anggaran Rp 90 juta, maka dipastikan tabut akan berlangsung ala kadarnya. Hal tersebut tidak sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengundang duta dari berbagai negara dan perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.

"Bagaimana kami mau memulai kalau anggaran segitu, tidak sampai 4 juta, apa yang mau dibuat? Sedangkan rencana pemerintah mau mengundang duta sedunia, se-provinsi, tapi ternyata tidak sesuai dengan yang digembar-gemborkan itu," ujar Syafril.

Syafril mengatakan,  waktu pelaksanaan sudah semakin dekat. Hanya tersisa 41 hari kedepan. Sementara persiapan pembuatan Tabut hingga saat ini belum dilakukan. Jika anggaran tidak bertambah dalam dua minggu kedepan, kemungkinan besar Tabut yang ada hanya akan ditampilkan seadanya, jauh dari ekspektasi promosi Tabut ke tingkat internasional.

"Ya kita buat seadanya saja," bebernya.

Syafril menegaskan KKT Bencoolen tidak akan mengambil dana Rp 90 juta tersebut. Karena khawatir akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Pihaknya menyarankan  pemprov untuk mencari solusi peningkatan anggaran melalui jalur lain. Seperti kerjasama dengan perusahaan melalui program CSR. Hal itu, jika memang tidak memungkinkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menghindari potensi masalah hukum dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan